<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238</id><updated>2011-10-04T14:53:18.556-07:00</updated><title type='text'>Perenungan</title><subtitle type='html'>dari hati, dari mata, dari telinga, dari lamunan, dari kehidupan.. dariku untukmu dunia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-1433246569099066972</id><published>2011-08-21T21:21:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T21:21:02.921-07:00</updated><title type='text'>Pindah blog ke...</title><content type='html'>Setetes tinta blogspot resmi di pindah ke server baru.&lt;br /&gt;Alamatnya menjadi http://sugi.web.id/blog/&lt;br /&gt;Mari kita merenung, menulis dan memuliakan Sang Pencipta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-1433246569099066972?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/1433246569099066972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=1433246569099066972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1433246569099066972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1433246569099066972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2011/08/pindah-blog-ke.html' title='Pindah blog ke...'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-3354269524358722641</id><published>2011-05-21T03:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T03:11:32.043-07:00</updated><title type='text'>Diakonia</title><content type='html'>Diakonia berasal dari bahasa Yunani &lt;i&gt;diakonein&lt;/i&gt;, yang berarti melayani. Kata lain yang berhubungan erat dengan diakonia yaitu &lt;i&gt;diakonos&lt;/i&gt;. Diakonia berarti pelayanan, &lt;i&gt;diakoniem&lt;/i&gt; berarti melayani dan &lt;i&gt;diakonos&lt;/i&gt; berarti pelayan. Dari istilah ini&amp;nbsp;&amp;nbsp; munculah istilah &lt;i&gt;diaken&lt;/i&gt;&amp;nbsp; yang dipakai gereja sebagai sebutan kepada petugas yang melayani jemaat (Bahtera Mar-Apr 2010 hal.3).&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bergereja, peran diakonia menduduki posisi yang penting. Tapi tidak semua pelayanan dalam gereja termasuk dalam diakoni. Pekerjaan diakonia selalu dikaitkan dengan peran gereja dalam membantu jemaat atau orang lain yang berkekurangan secara ekonomi. &lt;br /&gt;Bentuk bantuan yang diberikan kepada jemaat tidak mampu beragam macamnya. Mulai dari bantuan uang untuk kehidupan sehari-hari, uang sekolah anak-anak, bahan makanan pokok, angpau tahun baru, hingga biaya pengobatan karena sakit/ kecelakaan/ operasi. Saat ini jemaat di Cianjur yang dibantu secara rutin ada 3 orang jemaat.&lt;br /&gt;Sumber dana dalam badan diakoni berasal dari persembahan khusus para jemaat. Jika tidak ada, tentunya pengurus setempat yang mengaturnya agar badan diakoni tetap mempunyai dana tetap. Namun hingga saat ini jumlah persembahan khusus ke badan diakoni sangat mencukupi dengan rata-rata persembahan Rp.1 juta hingga Rp. 1,5 juta. Hal ini bisa menggambarkan bahwa jemaat pada umumnya menganggap diakoni sebagai bagian yang penting dalam pelayanan di gereja.&lt;br /&gt;Pengurus diakoni Cianjur saat ini adalah :&lt;br /&gt;Ketua : Sie Ie Ing&lt;br /&gt;Bendahara : Linda&lt;br /&gt;Anggota : Lo Tek Siong, Dkns. Oey Fei Lie, Dkn. Handoko.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-3354269524358722641?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/3354269524358722641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=3354269524358722641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/3354269524358722641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/3354269524358722641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2011/05/diakonia.html' title='Diakonia'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-4310494131692186607</id><published>2011-04-28T21:14:00.001-07:00</published><updated>2011-04-28T21:14:03.080-07:00</updated><title type='text'>Surat Wasiat Charlie Chaplin pada putrinya</title><content type='html'>Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak     pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung     teater megah... aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku     mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil     sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine,  jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar  pujian   para  pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang   dikirim   untukmu, waspadailah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah dan bacalah surat  ini... aku  adalah Ayahmu. Kini adalah   giliranmu untuk tampil dan  menggapai puncak  kebanggan. Kini adalah   giliranmu untuk melayang ke  angkasa bersama riuh  suara tepuk tangan   para pemirsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbanglah  ke angkasa namun sekali-kali  pijakkan kakimu di bumi dan   saksikanlah  kehidupan masyarakat. Kehidupan  yang mereka tampilkan   dengan perut  kosong kelaparan di saat kedua kaki  mereka bergemetar   karena  kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine  putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam    saat jauh  darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku  tidak   pernah  mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga  kisah yang  menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang   menyanyi  dan menerima  sedekah di tempat terburuk di London. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  adalah ceritaku. Aku telah  merasakan kelaparan. Aku merasakan    pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah  lagi, aku telah merasakan    penderitaan dan kehinaan badut gelandangan  itu yang menyimpan gelombang    lautan kebanggaan dalam hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga  merasakan  bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama   sekali tidak   meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap  hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine  putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni    dan  musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu,    lupakanlah  para pemuja kaya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepada sopir taksi yang   mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah   keadaan istrinya. Jika dia   tidak punya uang untuk membeli pakaian  untuk  anaknya, sisipkanlah uang   di sakunya secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine  putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah.    Perhatikanlah  masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan    paling tidak  untuk satu hari saja katakan: "Aku juga bagian dari    mereka". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum   memberikan   dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan   mematahkan kedua   kakinya terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kau merasa sudah  berada  di atas angin, saat itu juga   tinggalkanlah teater dan pergilah  ke  pinggiran Paris dengan taksimu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenal  dengan baik wilayah itu. Di  situ kau akan menyaksikan  para  seniman  sepertimu. Mereka berakting  lebih indah dan lebih  menghayati  daripada  kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya di situ tidak  akan kau temukan gemerlap  lampu seperti di   teatermu. Ketahuliah bahwa  selalu ada orang yang  berakting lebih baik   darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, aku  mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah    sesuka hatimu. Namun ketika  kau ingin membelanjakan dua franc,    berpikirlah bahwa franc ketiga  bukan milikmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah milik seorang  miskin yang  memerlukannya. Jika kau   menghendakinya, kau dapat menemukan  orang  miskin itu dengan sangat   mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu   tentang uang, itu karena aku   mengetahui kekuatan ‘anak setan' ini dalam   menipu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan  kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku  akhiri suratku ini dengan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadilah  manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah,    dan mati  dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan    dan  tidak memiliki perasaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.apakabardunia.com/2011/04/nasehat-paling-berharga-dari-mendiang.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-4310494131692186607?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/4310494131692186607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=4310494131692186607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4310494131692186607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4310494131692186607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2011/04/surat-wasiat-charlie-chaplin-pada.html' title='Surat Wasiat Charlie Chaplin pada putrinya'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-5303722471572427435</id><published>2011-03-15T01:42:00.000-07:00</published><updated>2011-03-15T01:43:56.244-07:00</updated><title type='text'>Keluar dari dalam sangkar...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.vintagebirdcagesforsale.com/images/cage_2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://www.vintagebirdcagesforsale.com/images/cage_2.jpg" width="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Melakukan kebiasaan baru itu sungguh sulit. Apalagi buat orang seperti saya. Orang yang terbiasa melakukan hal-hal rutin yang sama setiap hari. Buat beberapa orang, saya dipandang sebagai orang yang membosankan.&lt;br /&gt;Belum lagi rasa malas yang sering menyerang. Keinginan untuk menulis pun terlupakan hingga beberapa saat. Cukup lama sebenarnya.&lt;br /&gt;Tapi tidak seratus persen ditinggalkan. Aku masih menulis untuk beberapa poin penting seperti laporan kantor, proposal dan semacamnya. Walaupun berbeda tentu dengan menulis yang saya maksud disini.&lt;br /&gt;Entah harus melewati peristiwa semacam apa supaya kebiasaan baru ini menjadi kebiasaan-kebiasaan dan akhirnya menjadi rutinitas juga. Peristiwa itu tentunya menjadi semacam pemicu. &lt;i&gt;Trigger&lt;/i&gt; yang bisa membom semangat dalam jiwa hingga membara dan mampu menggerakan otak dan jari-jari ini untuk menulis.&lt;br /&gt;Sepertinya terlalu berlebihan. Cukup diperlukan rasa 'kemauan' saja sebenarnya cukup untuk menggerakkannya. Ya, itulah yang saya coba sekarang ini. Entah mau menulis apa tapi yang jelas menulis.&lt;br /&gt;Aku berusaha untuk keluar dari dalam sangkar yang telah memenjarakan hasrat menulisku. Sangat sulit...seperti membongkar jeruji sangkar yang terbuat dari besi.&lt;br /&gt;Tapi sekuat apa pun sangkar itu, seekor burung pasti menemukan jalannya jika hendak keluar. Aku pun begitu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-5303722471572427435?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/5303722471572427435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=5303722471572427435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5303722471572427435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5303722471572427435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2011/03/keluar-dari-dalam-sangkar.html' title='Keluar dari dalam sangkar...'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-9071392413449953842</id><published>2011-01-06T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-06T20:18:10.785-08:00</updated><title type='text'>Selamat Tahun Baru 2011 - Selamat ber-Resolusi</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir ini saya banyak melihat teman-teman membuat resolusi untuk hidup mereka. Resolusi memang sedang ramai-ramainya dibicarakan ketika tahun baru seperti ini tiba. Resolusi adalah kata lain dari komitmen yang akan dijalankan dalam kehidupan kita yang diharapkan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Ada yang memang menjalankan komitmen resolusinya tersebut sejak awal tahun sebelumnya ada juga yang sekedar ikut-ikutan membuat. Toh akhirnya lupa juga dan kembali pada kebiasaan lama. Namanya juga manusia. Pada titik ini kita pasti diminta untuk dimaklumi. Termasuk pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Apapun apa yang terjadi nanti, tak ada salahnya memang membuat resolusi. Tahun 2011 belum tentu sama, pasti tidak sama, dengan tahun 2010. Biarlah 2010 menjadi sejarah dan 2011 dipenuhi dengan harapan-harapan.&lt;br /&gt;Lalu resolusi apa yang hendak saya buat?&lt;br /&gt;Komitmen menulis. Ya itu saja satu. Komitmen ini begitu sulit dijalankan ketika dihadapkan pada kesibukan setiap harinya. Ketika mendapat waktu luang, yang dirasakan hanya badan yang capek/ pegal. Ujung-ujungnya tidak bisa menulis juga.&lt;br /&gt;Komitmen ini akan sulit. Tapi saya harus berusaha keras. Apalagi saya masih mempunyai dua hutang tulisan sama gereja. Saya bersalah sama Tuhan karena belum menyelesaikannya. Ampuni saya Tuhan.&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini merupakan renungan saya untuk kembali berkomitmen menulis...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-9071392413449953842?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/9071392413449953842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=9071392413449953842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/9071392413449953842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/9071392413449953842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2011/01/selamat-tahun-baru-2011-selamat-ber.html' title='Selamat Tahun Baru 2011 - Selamat ber-Resolusi'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-4913571112230968773</id><published>2010-10-29T23:16:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T23:16:25.641-07:00</updated><title type='text'>Kota Perlindungan</title><content type='html'>Kota perlindunganku adalah Allah&lt;br /&gt;Kota benteng kekuatan dalam kelemahanku&lt;br /&gt;Kota tempatku meminta pengampunan atas segala dosaku&lt;br /&gt;Kota dimana aku akan tinggal memuji Dia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-4913571112230968773?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/4913571112230968773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=4913571112230968773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4913571112230968773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4913571112230968773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2010/10/kota-perlindungan.html' title='Kota Perlindungan'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-2486742133812951773</id><published>2010-03-21T18:17:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T18:17:10.295-07:00</updated><title type='text'>Kesan Pertama</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Sewaktu berjalan-jalan mem&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;-browsing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt; satu alamat blog, saya menemukan satu hal yang menarik. Web ini milik mbak Dos ini menarik untuk dibaca. Artikelnya berjudul "Dibalik Kereta Api". Yang membuat penasaran, ketika membaca paragraf-paragraf awal artikel tanggal 22 januari 2010 ini, membuyarkan dugaan awal saya tentang kereta api. Yang terlintas adalah kereta api alat transportasi. Ternyata bukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Kesan pertama kadang-kadang bisa menjebak. Katakanlah ketika kita bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Pakaiannya mentereng, memakai jas, dasi, gaya bicaranya baik dan sopan, tapi ternyata dikemudian hari diketahui penipu. Jadi sebenarnya kita yang harus berhati-hati dalam menilai kesan pertama. Seperti kata-kata yang saya kutip dari sebuah iklan, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bisa dibayangkan ketika ribuan tahun lalu, ketika Yesus pertama kalinya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;bekerja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;menyebarkan Injil, apa pandangan orang-orang pada waktu itu. Orang mempertanyakan Yesus ketika melihatnya. "&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bukankah Ia ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;tukang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;kayu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;? Bukankah ibu-Nya bernama Mar&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?" (Mat 13:55).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Siapakah Dia sehingga berkata sedemikian. Kemudian timbulah kekecewaan, bagaimana mungkin seorang anak tukang kayu berkata sedemikian. "&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;Bukankah Ia ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;tukang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;kayu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&amp;nbsp;Mar&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;bukankah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak D&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;." (Mrk. 6:3).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;Rupa luar seringkali menipu kita. Lihatlah Alkitab kita sekarang ini. Sebuah buku yang biasa saja. Banyak tulisan dan &lt;i&gt;tidak ada gambarnya&lt;/i&gt;. Dari luar kelihatan tidak menarik. Padahal isinya berisi tentang anugerah keselamatan untuk manusia. Seringkali juga kita salah mengartikan tindakan Allah kepada kita hanya dari kulitnya saja. Kita menganggap kejadian yang menimpa kita adalah ketidakadilan dari Tuhan. Padahal sudah jelas dalam firman-Nya, bahwa Ia mendidik kita seperti anak-Nya dengan penuh kasih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;Maka lihatlah kasih Allah dalam hidup kita dengan lebih mendalam. Tidak hanya dari kulitnya saja. Semua hal terdapat anugerah yang begitu baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Latha, 'Bitstream Vera Sans Mono', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: collapse; font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-2486742133812951773?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/2486742133812951773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=2486742133812951773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2486742133812951773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2486742133812951773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2010/03/kesan-pertama.html' title='Kesan Pertama'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-6335416226015953014</id><published>2009-10-22T19:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T19:55:43.574-07:00</updated><title type='text'>Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus</title><content type='html'>Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus atau MRSA adalah nama yang &lt;i&gt;keren&lt;/i&gt;. Nama ini adalah nama bakteri yang hidup pada kulit dan hidung manusia (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Methicillin-resistant_Staphylococcus_aureus"&gt;sumber&lt;/a&gt;). Bakteri ini kebal terhadap antibiotik yang ada di dunia ini. Bakteri yang juga dikenal sebagai bakteri pemakan daging atau nama lainnya Staph bersifat lebih berbahaya daripada SARS atau AIDS. Bakteri ini merusak daging tanpa ampun bahkan hingga ke organ-organ dalam dalam waktu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya (&lt;a href="http://health.detik.com/read/2009/10/01/143829/1212925/763/ganasnya-bakteri-mrsa"&gt;Sumber&lt;/a&gt;) seorang koki profesional di Chicago Amerika Serikat, hidupnya berubah 180 derajat. Semua bermula dari kecelakaan kecil ketika ia sedang memotong seledri jarinya terluka kecil. Tanya menganggapnya kecelakaan biasa dan segera membersihkannya dengan alkohol lalu memplesternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan terjadi setelah beberapa jam kemudian, Tanya merasakan sakit ketika mengangkat panci. Dan sakitnya bertambah-tambah setelah beberapa jam sampai akhirnya ia memutuskan ke rumah sakit. Dokter pun tidak mencurigai apa pun, Tanya hanya diberikan obat biasa dan diminta istirahat di rumah. Tapi sakit disertai demam semakin menjadi-jadi. Terutama pada jarinya yang terluka saat memotong saledri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 60 jam sejak kejadian, jarinya habis dimakan bakteri itu. Sembilan dokter harus berjuang mati-matian untuk menyelamatkan nyawanya. Dokter-dokter itu menyaksikan sendiri bagaimana bakteri mematikan tersebut &lt;i&gt;melompat&lt;/i&gt; dari lengan Tanya ke dadanya tepat di depan mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="left" src="http://images.detik.com/content/2009/10/01/763/Tanya-mrsa-dalam.jpg" /&gt; Dokter harus mengamputasi lengan dan bahu kanan beserta dengan payudara sebelah kanan karena penyebaran yang cukup cepat. Tapi hal ini harus dilakukan untuk menyelamatkan jiwa Tanya. Dokter harus mengoperasi sembilan kilogram daging dan otot untuk membersihkan tubuhnya dari bakteri. Kini yang tersisa dari tubuh Tanya hanya selapis kulit tipis yang melindungi tulang rusuk dan paru-paru kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri yang seharusnya tidak bersifat demikian ini sebenarnya dapat diatasi jika tubuh kita berada dalam kondisi kekebalan yang baik. Namun jaman sekarang ini kekebalan tubuh manusia sangat berbeda. Mungkin akibat dari pola konsumsi dari makanan yang serba instan atau produk-produk yang mengandung bahan kimia. Atau bisa juga dari lingkungan hidup kita yang membuat manusia kehilangan kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat di jaman akhir ini, penyakit-penyakit menjadi begitu berbahaya bagi hidup manusia. Begitu mengerikan hingga bisa memakan jiwa dalam waktu yang sangat singkat. Era 1900 manusia menemukan penyakit-penyakit yang serupa namun berhasil menemukan obat-obat yang dapat mengatasinya. Namun hingga kini jumlah penyakit yang demikian bertambah dan bahkan tidak mempan diobat oleh obat-obat yang telah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tak bisa bergantung selamanya terhadap obat. Obat hanya dibuat oleh kepintaran manusia saja. Diluar itu semua ada kuasa yang lebih nyata dan lebih berkuasa untuk menyembuhkan. Yaitu kuasa Tuhan Yesus kita. Banyak mujizat yang terjadi kepada saudara-saudara kita yang mengalami penyakit-penyakit. Mereka mengalami kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memang sanggup menyembuhkan tapi bukan itu sebenarnya yang diinginkan oleh Tuhan. Tuhan ingin kita sebagai manusia bersandar pada kuasaNya saja. Tapi bukan berarti manusia tidak boleh berusaha. Jika terkena penyakit tentu harus pergi ke dokter atau berobat. Tapi dengan keyakinan untuk bersandar kepada Tuhan saja pengobatan ini dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap kita ketika mengalami sakit penyakit itulah yang lebih penting. Yohanes 3:16 menyatakan kedatangan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan. Barangsiapa percaya maka ia akan selamat tapi memperoleh hidup&amp;nbsp; yang kekal. Hidup bersama Bapa di surga yang terlepas dari sakit penyakit atau segala penderitaan yang ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bisa diperoleh dengan perjuangan. Berjuang melawan dosa dan hidup dengan nama Yesus sampai akhir. Hanya bersandar pada kuasaNya saja kita dapat melakukan hal ini. Kiranya nama Tuhan dimuliakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-6335416226015953014?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/6335416226015953014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=6335416226015953014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/6335416226015953014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/6335416226015953014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/10/methicillin-resistant-staphylococcus.html' title='Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-5573536522244360202</id><published>2009-10-20T17:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T17:47:46.544-07:00</updated><title type='text'>Gempa mahadahsyat kekuatan Tuhan</title><content type='html'>Sejak gempa yang cukup kuat di Padang beberapa waktu lalu, sudah tercatat puluhan gempa-gempa lain di banyak lokasi kepulauan Indonesia. Pergerakan bumi sudah semakin nyata terasa. Saya teringat pembahasan mengenai pergerakan lempeng bumi sebenarnya sudah lama diungkapkan para ahli. Bahkan perhitungan ilmiah tentang getaran gempa bumi dari pusat gempa ke sekitarnya telah dipelajari sejak tahun 1357 pada majalah Science vol 309.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah pengungkapan tentang gempa telah ada di dalam Alkitab sejak ratusan tahun lalu. Dalam perjanjian lama pada Kitab I Raja-raja 9:11 ketika Tuhan menyatakan diri kepada Nabi Elia yang ketakutan. Kitab Amos 1:1 juga mencatat tentang gempa bumi. Hingga pada jaman sekarang gempa bumi telah memakan banyak korban jiwa. Belum terhitung kehilangan penghidupan orang-orang yang tertimpa bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa nas gempa bumi menyatakan tentang murka Tuhan. Seperti dilantunkan oleh Raja Daud dalam 2 Samuel 22:8. Kitab Wahyu dengan jelas menggambarkan gempa sebagai pendahuluan dari proses hari akhir. Yang kemudian pada intinya bumi ini sebagai ciptaan Tuhan tunduk dalam kuasa kebesaran Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai manusia yang lemah tak bisa berbuat apa-apa. Prediksi kejadian gempa akan terjadi dimana dan kapan waktunya manusia tidak bisa memperkirakannya. Semua teknologi dan pengetahuan yang manusia miliki tidak mampu meredam akibat dari gempa itu. Puluhan bangunan roboh, jalan layang, tebing-tebing&amp;nbsp; jalan serta banyak lagi. Segala upaya memang diusahakan seperti membangun rumah tahan gempa, membangun sistem peringatan dini dan sebagainya. Tapi semua itu sangatlah tidak sepadan dengan kekuatan dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat inilah saya menyadari kekuatan yang harus dibangun dalam diri manusia. Yaitu berserah kepada Tuhan. Berserah dalam artinya bukan diam saja ketika gempa berlangsung. Tetapi berserah akan kekuasaan Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Karena sekuat apa pun kita berusaha, maka hasilnya percuma saja jika tanpa penyertaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi memang semakin tua umurnya. Tuhan sudah menetapkan bumi ini akan dihancurkan. Hanya orang-orang pilihanNya saja yang telah mengikuti jalanNya semenjak masih hidup yang akan diselamatkan. Sisanya akan dihukum dalam neraka selama-lamanya. Akan masuk golongan manakah kita, yang terselamatkan atau yang dihukum?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-5573536522244360202?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/5573536522244360202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=5573536522244360202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5573536522244360202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5573536522244360202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/10/gempa-mahadahsyat-kekuatan-tuhan.html' title='Gempa mahadahsyat kekuatan Tuhan'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-5351823989309241605</id><published>2009-07-02T01:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T01:54:10.932-07:00</updated><title type='text'>ulang tahun</title><content type='html'>Ulang tahun adalah peristiwa yang sangat popular bagi semua orang. Pada&lt;br /&gt;hari itu seseorang diingatkan bahwa ia telah lahir ke dunia. Dan usianya&lt;br /&gt;bertambah satu. Biasanya anak-anak kecil menjadi bersemangat pada hari&lt;br /&gt;ulang tahunnya apalagi jika orang tuanya mengadakan pesta perayaan.&lt;br /&gt;Beragam hadiah sudah terbayang di benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hal-hal yang menggembirakan memang selalu menyertai ulang tahun. Sangat&lt;br /&gt;jarang pada hari ulang tahun seseorang mengingat-ngingat kesedihan yang&lt;br /&gt;didapatnya. Walaupun sebenarnya banyak orang yang karena kemampuan&lt;br /&gt;ekonomi tidak bisa merayakan ulang tahunnya. Hari itu berlalu tanpa apa&lt;br /&gt;pun yang istimewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan dalam Pengkhotbah 7:1b disebutkan,"...dan hari kematian lebih&lt;br /&gt;baik dari pada hari kelahiran." Lebih mengesankan lagi ketidakistimewaan&lt;br /&gt;kelahiran itu. Pengkhotbah mendasari perkataan tersebut karena&lt;br /&gt;keberadaan manusia di dalam dunia akibat dosa. Sehingga apalah&lt;br /&gt;keuntungannya berada di dalam dosa. Namun jika selama hidup menerima&lt;br /&gt;Yesus sebagai juru selamat, kemudian mati dan kemudian masuk surga.&lt;br /&gt;Barulah hal ini menjadi keuntungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi peristiwa kelahiran seharusnya bisa dipandang sebagai sesuatu&lt;br /&gt;berkat yang luar biasa. Jika Tuhan Yesus tidak datang ke dunia dengan&lt;br /&gt;dilahirkan, maka Ia takkan menjadi batu penjuru. Batu dasar bangunan&lt;br /&gt;bagi pertobatan umat manusia. Oleh karena itulah malaikat bersukacita&lt;br /&gt;pada peristiwa itu. Dan menyebutnya sebagai kesukaan besar untuk seluruh&lt;br /&gt;bangsa (Luk.2:10).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa itu menjadi satu awal menjelang penyelamatan manusia dari&lt;br /&gt;dosa. Memberikan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa&lt;br /&gt;manusia (Luk.1:77) pada saat di kayu salib. Sehingga kelahiran pun bagi&lt;br /&gt;semua orang seharusnya bisa memberikan makna yang dalam. Bahwa seseorang&lt;br /&gt;lahir karena berada dalam rencana Allah untuk diselamatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun hidup manusia penuh dengan usaha kerja keras dan penuh cobaan&lt;br /&gt;hidup, sudah sewajarnya kita mengingat hari kelahiran kita sebagai suatu&lt;br /&gt;berkat dari Tuhan. Dan pada hari ulang tahun itu, kita dapat merenungkan&lt;br /&gt;apa yang telah kita berikan dalam pelayanan kita kepada Tuhan. Bukan&lt;br /&gt;pesta pora yang harus diadakan, tetapi doa penuh syukur atas setiap&lt;br /&gt;detik nafas yang kita terima. Sebab Tuhan sudah memberikan begitu&lt;br /&gt;banyak, inilah saatnya kita memberikan diri kita kepada Tuhan dalam&lt;br /&gt;pelayanan kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-5351823989309241605?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/5351823989309241605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=5351823989309241605' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5351823989309241605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5351823989309241605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/07/ulang-tahun.html' title='ulang tahun'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-1563546987540108171</id><published>2009-06-10T21:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T21:35:02.532-07:00</updated><title type='text'>Bangunan yang tak selesai</title><content type='html'>Beberapa hari lalu saya melewati sebuah daerah di kota saya. Saya&lt;br /&gt;melihat sebuah bangunan besar untuk perkantoran. Namun tak tampak satu&lt;br /&gt;pun pekerja disana. Bangunan itu telah berdiri tegak hingga ke atapnya&lt;br /&gt;namun dindingnya belum dibangun. Hanya rangkanya saja yang sudah jadi.&lt;br /&gt;Seingat saya, bangunan tersebut  seperti itu sudah beberapa bulan.&lt;br /&gt;    Membangun sebuah bangunan memerlukan tahapan yang harus dilalui.&lt;br /&gt;Mulai dari membangun pondasi yang kokoh untuk menopang rangka di&lt;br /&gt;atasnya. Lalu mulai membangun tiang-tiang dan lantainya. Kemudian&lt;br /&gt;membangun atap dan dindingnya, lalu /finishing /dengan mengecat dan&lt;br /&gt;melengkapi bangunan tersebut dengan perabotan. Proses tersebut tidak&lt;br /&gt;bisa dibalik. Apalagi jika pembangunan pondasi dilakukan terakhir.&lt;br /&gt;Bangunan tersebut bisa roboh lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasul Paulus memberikan teladan perjalanan rohaninya (Fil.3:14)&lt;br /&gt;kepada kita dengan berlari kepada tujuan akhir yaitu hadiah panggilan&lt;br /&gt;sorgawi. Mulai dari panggilan Tuhan kepadanya, Rasul Paulus telah&lt;br /&gt;mengalami berbagai macam tempaan terhadap keimanannya kepada Tuhan. Ia&lt;br /&gt;membangun dirinya dari tempaan-tempaan itu. Ia meyakini bahwa semua itu&lt;br /&gt;untuk membuat dirinya menjadi bejana yang indah. Bejana yang dibentuk&lt;br /&gt;oleh Allah sendiri. Ia menyerahkan dirinya begitu rupa sehingga hidupnya&lt;br /&gt;bukan untuknya lagi tetapi untuk Tuhan (Rm.14:8). Sehingga pada akhirnya&lt;br /&gt;hidupnya menjadi bangunan yang utuh. Bangunan yang berguna bagi orang&lt;br /&gt;banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan diri kita. Segala tempaan, berkat dan apa pun&lt;br /&gt;yang kita alami setelah kita mengenal Tuhan, adalah untuk membentuk diri&lt;br /&gt;kita menjadi bangunan yang utuh. Tuhan membentuk kita mulai dari dasar.&lt;br /&gt;Selama kita bersandar padaNya, maka kita pun akan menjadi bangunan yang&lt;br /&gt;utuh seperti Rasul Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kadangkala kita mengalami pencobaan. Mungkin berasal dari&lt;br /&gt;diri kita sendiri atau pun si jahat. Pencobaan yang seringkali terasa&lt;br /&gt;begitu berat menekan hidup kita sehingga ingin berhenti rasanya. Namun&lt;br /&gt;yakinlah bahwa Tuhan selalu memberi pertolongan. Pencobaan itu diberikan&lt;br /&gt;sesuai kekuatan kita (1 Kor.10:13). Sebab Allah setia dan takkan&lt;br /&gt;membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah oleh sebab pencobaan itu, sebab ujian terhadap iman&lt;br /&gt;kita ini menghasilkan ketekunan (Yak.1:2). Ketekunan yang akan&lt;br /&gt;mempertahankan diri kita dengan setia hingga garis akhir. Demikian juga&lt;br /&gt;dengan berkat-berkat yang kita peroleh. Kita patut bersyukur dan&lt;br /&gt;membagikan berkat tersebut kepada orang di sekitar kita. Janganlah kita&lt;br /&gt;terjatuh karena berkat yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian diri kita bukan menjadi bangunan yang tak utuh.&lt;br /&gt;Yang tidak bisa Tuhan gunakan untuk kemuliaan namaNya. Padahal inilah&lt;br /&gt;yang Tuhan inginkan. Membangun bangunan diri kita setahap-demi setahap&lt;br /&gt;hingga memperoleh mahkota abadi yang kekal.&lt;br /&gt;Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-1563546987540108171?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/1563546987540108171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=1563546987540108171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1563546987540108171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1563546987540108171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/06/bangunan-yang-tak-selesai.html' title='Bangunan yang tak selesai'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8497935743617082249</id><published>2009-04-09T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T21:23:05.688-07:00</updated><title type='text'>Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian</title><content type='html'>Acara : Penghormatan Orang tua&lt;br /&gt;Tgl : 14 Februari 2009&lt;br /&gt;Hadir : 28 orang tua&lt;br /&gt;Tema : Efesus 6:1&lt;br /&gt;isi acara :&lt;br /&gt;1. penyematan bunga&lt;br /&gt;2. tim koor setelah menyanyi memberikan karangan bunga&lt;br /&gt;3. pemberian kenang-kenangan melalui pihak keluarga kepada orang tua&lt;br /&gt;4. foto bersama&lt;br /&gt;5. makan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 14 Februari yang lalu Gereja Yesus Sejati Cianjur mengadakan acara penghormatan orang tua, pada hari sabat. Tema yang diambil adalah Efesus 6:1 yaitu nasihat kepada anak-anak untuk mentaati orang tua mereka. Orang tua adalah orang yang telah membesarkan kita dari kecil hingga dewasa. Menjaga dan mengasuh serta memberikan pendidikan kepada kita. Maka posisi sebagai orang tua memang sewajarnya ditempatkan dalam p&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7IxvBMQ5I/AAAAAAAAAE0/uFvGZNEiZBc/s1600-h/zblog_dsc_0364.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7IxvBMQ5I/AAAAAAAAAE0/uFvGZNEiZBc/s200/zblog_dsc_0364.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322912566359114642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;orsi yang tepat. Apalagi jika orang tua kita telah lanjut usia, dengan fisik yang tak lagi mampu mengerjakan banyak hal. Sehingga memerlukan bantuan anak-anaknya. Dalam acara seperti inilah anak-anak muda diingatkan untuk mengingat kasih orang tua kita semenjak kita terlahir hingga saat seperti ini. Acara yang diadakan tanggal 14 Februari yang lalu ini dihadiri 27 orang tua yang telah berusia 65 tahun atau ke atas sesuai data jemaat yang ada. Acara dimulai dengan penyematan bunga ketika peserta memasuki Gereja. Sementara jemaat lain telah bersiap di dalam aula untuk kebaktian. Wajah-wajah dengan senyum menghiasi wajah peserta 11 pria dan 16 wanita ketika memasuki aula. Sebenarnya keseluruhan acara berlangsung sederhana s&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JBbDKqXI/AAAAAAAAAE8/1q6-3GoixLA/s1600-h/zblog_dsc_0422.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JBbDKqXI/AAAAAAAAAE8/1q6-3GoixLA/s200/zblog_dsc_0422.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322912835876596082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aja. Setelah khotbah, tim koor yang terdiri dari pemuda berkeluarga dan masyarakat menyanyikan beberapa lagu. Setelah itu secara serempak memberikan karangan bunga kepada peserta yang telah duduk di depan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Acara yang cukup mengharukan adalah pembagian kenang-kenangan dari wakil anggota keluarga atau jemaat g&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JZJUDdUI/AAAAAAAAAFM/GR-cAYmwthw/s1600-h/zblog_dsc_0494.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JZJUDdUI/AAAAAAAAAFM/GR-cAYmwthw/s200/zblog_dsc_0494.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322913243432449346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ereja kepada peserta. Memang kenang-kenangan tersebut dari segi harganya tidaklah seberapa, tapi cukup untuk mewakili bentuk perhatian yang perlu kita berikan kepada orang tua kita. Apa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JMCHbBvI/AAAAAAAAAFE/CVizoQFYdLQ/s1600-h/zblog_dsc_0468.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JMCHbBvI/AAAAAAAAAFE/CVizoQFYdLQ/s200/zblog_dsc_0468.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322913018162120434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lagi hal tersebut juga ditindaklanjuti dalam keseharian kita. Memberikan kasih dan perhatian akan lebih berharga dari harta dunia ini. Apalagi memberikan kekuatan iman dengan mendoakan mereka dan dengan semangat&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JjFRnZRI/AAAAAAAAAFU/rh3a4PlhYlA/s1600-h/zblog_dscn1164.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7JjFRnZRI/AAAAAAAAAFU/rh3a4PlhYlA/s200/zblog_dscn1164.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322913414147171602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; bersama-sama pergi ke setiap kebaktian yang ada.&lt;/div&gt;Acara ditutup dengan foto bersama dan makan di areal gereja belakang. Para orang tua dilayani anak-anak muda dalam satu meja tersendiri dengan semangkok bubur hangat. Seluruh peserta terlihat antusias dalam acara ini. Bukan hanya peserta yang orang tua tapi para pemuda dan anak-anak. Semoga kasih ini akan terus terpancar terus dalam kehidupan bergereja kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8497935743617082249?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8497935743617082249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8497935743617082249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8497935743617082249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8497935743617082249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/04/hai-anak-anak-taatilah-orang-tuamu-di.html' title='Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/Sd7IxvBMQ5I/AAAAAAAAAE0/uFvGZNEiZBc/s72-c/zblog_dsc_0364.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8720254528261855617</id><published>2009-01-12T17:57:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T17:57:56.547-08:00</updated><title type='text'>pemberitahuan tentang kelahiran Yesus</title><content type='html'>Lukas 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”. Logika manusia menyatakan bahwa kelahiran seorang bayi terjadi karena hasil hubungan suami istri. Namun ketika malaikat Tuhan datang kepada Maria menyampaikan bagaimana Yesus lahir, maka Maria tidak mempercayainya. Sebab belum pernah dalam sejarah manusia, seorang bayi dilahirkan dari seorang wanita yang belum bersuami. Suatu fakta yang tidak masuk akal tentu tidak akan begitu saja dipercaya. Logika akan berperan lebih kuat disini. Logika itu akan kalah jika hal yang tidak mungkin itu sudah membuahkan bukti yang dapat dilihat panca indra. Namun Maria menanggapinya dengan sikap yang lain. Ayat 28, Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkatanmu itu.”. Maria tidak menunggu bukti. Ia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Suatu sikap yang mengalahkan logikanya sendiri.&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1800an, Wright bersaudara mempunyai ide tentang manusia yang bisa terbang. Banyak orang mentertawakan usaha Wright. Belum pernah seorang manusia pun yang bisa terbang seperti burung. Karena manusia tidak diciptakan dengan sayap seperti burung. Juga tidak pernah ada bukti bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk terbang. Namun saat ini siapa yang tidak tahu tentang adanya kapal terbang. Seseorang bisa mengunjungi negara lain dengan lebih cepat dibandingkan dengan kapal laut, kereta kuda atau berjalan kaki. Usaha dari Wright bersaudara adalah menunjukkan bukti agar orang-orang kemudian percaya.&lt;br /&gt;Jika peristiwa Maria dihadapkan pada kita, apa yang akan kita katakan? Apakah kita akan mempercayainya? Tuhan Yesus kemudian mengatakan berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Percaya kepada sesuatu yang  belum terbukti tidaklah mudah. Sekarang ini telah terbukti bahwa kita mengetahui Maria telah mengandung dari Roh Kudus dan lahirlah Tuhan Yesus. Kita percaya bahwa Tuhan Yesus pun mati untuk menebus dosa kita. Namun percayakah kita jika Tuhan mengatakan bahwa jika kita setia maka kita akan mendapatkan Kerajaan Sorga ketika hari penghakiman?&lt;br /&gt;Kedatangan Kerajaan Sorga belum kita alami. Belum ada bukti kita sudah melihat Kerajaan Sorga. Dimana sebenarnya inti dari kepercayaan atau iman kita itu? Tuhan Yesus berkata dalam Yoh.10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaKu, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa. Tuhan Yesus sudah menunjukkan karyaNya di bumi ini lebih dari 2000 tahun lalu. Dan hal itu sudah cukup membuktikan bahwa Kerajaan Sorga dan penghakiman pun akan terjadi. Dengan melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang ada di dalam dunia ini, semestinya kita akan menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan. Dan bukan terhadap logika dan panca indera kita sendiri.&lt;br /&gt;Dan sama seperti Maria mempercayai kabar kedatangan Tuhan tanpa menunggu bukti lagi, maka kita pun meyakini kedatangan Tuhan yang kedua kali pada hari penghakiman. Dan dengan  kepercayaan itulah kita akan bersama-samaNya dalam Kerajaan Sorga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8720254528261855617?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8720254528261855617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8720254528261855617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8720254528261855617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8720254528261855617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2009/01/pemberitahuan-tentang-kelahiran-yesus.html' title='pemberitahuan tentang kelahiran Yesus'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8958398657182190645</id><published>2008-11-08T20:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-08T20:34:07.395-08:00</updated><title type='text'>hukuman mati</title><content type='html'>Hampir jam 4 subuh aku terbangun. Di televisi terdengar pengumuman dari Kejaksaan Agung bahwa Amrozi dan Imam Samudra, terpidana mati kasus bom Bali, telah dieksekusi. Proses dilaksanakan pada pukul 00:15. Dimana sebelumnya salah satu stasiun tv swasta ini telah menyiarkan secara khusus dan para wartawannya stand by di sekitar lokasi eksekusi hingga daerah desa tempat terpidana berasal. Kedua terpidana ini telah divonis mati karena perbuatan mereka pada 12 Oktober 2002 di Bali. Daerah sekitar Paddys Cafe dan Sari Club habis rata dengan tanah dihancurkan bom buatan mereka berdua. 200 lebih orang yang ada disana meninggal. Dan lebih dari puluhan orang terluka parah. Kebanyakan korban adalah warga negara asing, berasal dari Australia dan Amerika.  Alasan mereka berdua adalah bahwa orang-orang asing itu adalah orang-orang kafir yang telah menodai agama mereka. Yang notabene beragama Kristen. Orang Kristenlah yang dianggap kafir oleh orang-orang dari golongan mereka. Dan mereka menganggap perbuatan membunuh orang-orang ini adalah hal yang wajar. Orang kafir patut dibunuh dan tidak akan berbuah dosa. Bahkan akan mendapatkan pahala dan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu paham yang sangat bertolak belakang dari apa yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Kasihilah musuhmu, karena mereka juga adalah manusia. Hukum Tuhan yang kedua yang difirmankanNya kepada bangsa Israel adalah kasihilah sesamamu manusia. Mengambil nyawa manusia bukanlah hak manusia. Tuhan yang mencipta maka Tuhanlah yang berhak mengambil. Putusan pengadilan pun sebenarnya tidak berhak untuk memutuskan bagaimana seseorang harus mati. Hal ini seolah-olah penerapan nyawa ganti nyawa. Memang banyak sekali korban yang jatuh akibat perbuatan mereka. Untuk itu mereka berdua pun tak bisa dibenarkan. Sudah nyata dalam hukum Tuhan yang ke-enam, jangan membunuh, telah dilanggarnya. Tetapi putusan pengadilan tersebut hanya menambah daftar panjang dosa manusia di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang menjadi keluarga korban tentu sulit untuk menerima kenyataan tersebut. Keluarga mereka terbunuh tanpa suatu sebab langsung terhadap kedua pelaku. Tanpa diduga para korban menjadi objek pelampiasan suatu paham yang menurut pelaku benar. Kehilangan anggota keluarga tidaklah mudah. Kesedihan dan kekecewaan pasti timbul bahkan keinginan untuk membalas para pelaku sangat besar. Bagaimana menerapkan kasih kepada sesama manusia dalam posisi demikian? Pasti sulit. Diperlukan kepasrahan yang sangat dalam kepada Tuhan untuk melakukannya. Kepasrahan bahwa Tuhan telah mengatur kehidupan manusia ke arah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang sementara. Firman Tuhan pun mengatakan demikian. Akan ada waktu terakhir bagi manusia untuk mati. Dan akan ada waktu terakhir bagi semua orang, yaitu kiamat, dimana semua orang tanpa terkecuali akan mati. Dalam kematian tersebut Tuhan mengadakan pengadilan terakhir. Pengadilan yang memang berhak Tuhan adakan, untuk menentukan apakah manusia ciptaanNya ini patut bersamaNya di dalam kerajaan kekal atau tidak. Berada di dunia seperti ini memang tidak mudah. Menjadi warga negara di dalam negara yang mempunyai hukum dunianya sendiri. Yang memang harus ditaati selama kita berada di dalam dunia. Tetapi terlebih lagi harus mentaati hukum Tuhan, sebab hari penghakimanNya tidak diadakan hari ini atau esok. Tetapi pada saat terakhir keputusan akan dijatuhkan terhadap manusia. Keputusan yang sifatnya kekal selamanya. Dihukum atau dibebaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8958398657182190645?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8958398657182190645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8958398657182190645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8958398657182190645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8958398657182190645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/11/hukuman-mati.html' title='hukuman mati'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8974268729501789435</id><published>2008-11-07T21:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T21:45:19.313-08:00</updated><title type='text'>conditionally if</title><content type='html'>Jika anda mengenal pemograman komputer pasti tak asing dengan perintah conditionally if. Perintah if digunakan untuk memberikan pilihan-pilihan terhadap suatu kondisi dan menghasilkan hasil yang berbeda berdasarkan parameter yang terpilih. Dalam bahasa Inggris if berarti 'jika'. Sebagai contoh, suatu program komputer dibuat untuk memilih apakah yang akan dilakukan pada suatu sore yang cerah. Program if nya menyatakan, 'jika pergi jalan-jalan maka dibutuhkan biaya Rp. 5.000 untuk transportasi menikmati alam', 'jika diam di rumah, tidak ada biaya tapi tidak menikmati alam', 'jika pergi jalan-jalan bersama teman, tidak dibutuhkan biaya dan bisa menikmati alam'.&lt;br /&gt;Program if yang dinyatakan di atas harus dipilih salah satu untuk melanjutkan programnya. Dimana hasil akhirnya bisa diketahui dari program if itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program komputer, kondisi if harus didefinisikan dengan suatu akibat. Jika tidak maka program akan berakhir tanpa tentu arah dan menyebabkan program 'hang'/diam. Tetapi dalam hidup manusia, dimana kondisi 'jika' tersebut juga kita temui, akibat akhir kadang tidak bisa didefinisikan. Manusia hidup dalam masa 'kini', dalam suatu rentang waktu yang sedang berjalan. Apa yang terjadi satu menit kemudian tidak bisa diketahui. Kondisi jika yang ditentukan manusia belum tentu berakhir sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tuhan Yesus hendak memulai pekerjaanNya di dunia, Ia dibawa ke padang gurun. Iblis mencobaiNya disana. Tuhan dihadapkan pada tiga pilihan 'jika'. Jika yang pertama adalah "Jika Engkau Anak Allah,  perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti" Matius 4:3. Tetapi Yesus menjawab,"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Matius 4:4. Perkataan Iblis seolah menyangsikan keberadaan Tuhan Yesus yang adalah Allah itu sendiri. Perkataan yang seolah menantang keberadaan tersebut dipatahkan oleh Tuhan akan suatu fakta dalam FirmanNya bahwa manusia tidak hidup dari makanan atau minuman. Tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Sebab hidup dan mati berada di tangan Tuhan. Ia yang memberikan nafas hidup dan Ia pula yang mengambilnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin akan dihadapkan dalam pencobaan yang serupa. Pencobaan yang bisa muncul dalam hidup sehari-hari kita. Sebuah pilihan yang harus kita pilih diawali dengan jika. Jika Tuhan Yesus mengasihi saya, maka Ia akan menyembuhkan saya, maka Ia akan membuat hidup saya bahagia. Dan berbagai 'jika' lainnya dengan hasil akhir yang kita inginkan. 'Maka' yang kita buat dari keinginan diri sendiri. Apakah sama dengan keinginan Tuhan? Kita sering mendengar bahwa jalan Tuhan berbeda dengan jalan manusia. Hal ini kelihatan sulit diterima oleh kita. Hal yang berbeda dengan keinginan kita sendiri tidak membuat kita senang. Padahal Tuhan telah membuat rancangan-rancangan yang terbaik untuk kita. Dan tentunya membuat kita bahagia dan senang pada akhirnya. Hanya akhir tersebut tak dapat kita lihat dari awal. Manusia takkan dapat melihat masa depan. Firman Tuhan menyatakan dalam Kis.1:7, "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya." Hidup bersandar kepada Tuhan 100% itulah yang diperlukan dalam mengalahkan cobaan ini. Hidup sehari lewat sehari dengan mensyukuri apa yang Tuhan berikan hari itu. Tetapi bukan berarti tidak mempersiapkan hari esok. Mempersiapkan apa yang perlu untuk esok hari atau masa depan tentu sangat penting. Misalnya untuk masa depan anak-anak kita, bagaimana kita membiayai pendidikannya hingga dewasa. Tetapi rancangan kita itu kita bawa ke hadapan Tuhan agar Tuhanlah yang mewujudkan rencana-rencanaNya. Bukan rancangan kita yang jadi tetap rancanganNya lah yang jadi. Jika kita hidup di dalam Tuhan, apa yang kita rasakan tidak menyenangkan pada awalnya belum tentu berakhir tidak menyenangkan. Sebab Tuhan telah menyediakan akhir yang bahagia dan kekal bagi mereka yang setia kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 'jika' yang kedua dari Iblis adalah jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu. Iblis kembali membuat suatu kondisi yang meragukan identitas Tuhan Yesus dan menghubungkannya dengan suatu kekuasaan yang dimiliki Allah. Suatu kekuasaan untuk memerintahkan malaikat-malaikat menjaga-Nya supaya tidak tersakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan adalah hal yang juga dicari oleh manusia. Orang bisa berlomba-lomba melakukan apa saja demi kekuasaan. Jika seseorang berkuasa maka ia dapat melakukan apa saja sesuai kehendaknya. Kekuasaan juga memberikan suatu kedudukan. Dan biasanya di bawahnya terdapat orang-orang yang harus siap melaksanakan segala perintah. Orang lebih suka memerintah daripada diperintah. Amsal 12:24 menulis, "Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa." Dulu kekuasaan itu dapat diperoleh siapa saja dengan bekerja keras. Tetapi jaman sekarang untuk memperoleh kekuasaan orang bisa mempergunakan jalan apa saja. Termasuk memberikan suap, korupsi, menjatuhkan orang lain dan cara-cara lain. Dengan kekuasaan manusia bisa merancangkan hal yang baik tapi juga yang jahat. Tujuan akhirnya adalah memuaskan diri sendiri. Semakin besar kekuasaan semakin dekat manusia itu dengan dosa. Apalagi jika sampai melupakan kekuasaan Allah. Apa pun keadaan kita sekarang, mempunyai kuasa karena pekerjaan kita, atau kondisi kita di masyarakat hendaklah selalu mengakui bahwa Allah-lah yang memiliki segala kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ketiga Iblis mencobai Tuhan Yesus, ia sudah tidak memakai kata jika lagi. Tapi langsung menunjukkan kemewahan dunia dan isinya. Dunia sudah menjadi milik Iblis ketika ia dilemparkan ke dalamnya sejak kejatuhannya dalam dosa. Iblis hendak negosiasi dengan Tuhan Yesus. Padahal hakikatnya adalah semua alam ciptaan adalah milik Tuhan. Sudah tidak sepantasnya di hak milik. Kekayaan yang kita peroleh pun demikian. Sesungguhnya bukan milik kita pribadi. Semua hal yang diperoleh di dalam dunia adalah sia-sia. Pengkhotbah 1:2-3 "Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja maksudnya bukan menyuruh manusia tidak bekerja untuk melangsungkan hidup. Rasul Paulus memberikan teladan tentang bekerja. Dengan keras Rasul Paulus berkata, yang tidak bekerja tidak usah makan. Namun jika kita bekerja dengan berjerih lelah hanya untuk menumpuk kekayaan maka kekayaan itu menjadi sia-sia saja. Harta yang ditumpuk di bumi akan rusak oleh ngengat dan karat. Bahkan bisa hilang dalam sekejap mata. Inilah yang dimaksud sia-sia. Lebih sia-sia lagi jika kita tidak mempunyai harta di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi jika yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari kita akan terus bergulir. Jawaban yang tepat sangat dibutuhkan. Tuntunan Tuhan dalam hidup kita menjadi penting. Sehingga kita tidak akan menjawab pertanyaan jika itu ke arah yang salah. Sebab kondisi apa pun yang ditawarkan 'jika', akan selalu berakhir dengan baik di dalam Tuhan. Peliharalah pertumbuhan iman rohani kita dengan Roh Kudus. Menghadiri ibadah-ibadah. Dan bersandar setiap saat kepada Tuhan saja. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8974268729501789435?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8974268729501789435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8974268729501789435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8974268729501789435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8974268729501789435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/11/conditionally-if.html' title='conditionally if'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-1493402433044989245</id><published>2008-09-17T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T20:51:26.755-07:00</updated><title type='text'>KKR Juli 2008 - Mitos vs Kebenaran</title><content type='html'>Pembicara : Pdt. Lukman Santoso&lt;br /&gt;Tanggal 25 -26 Juli yang lalu baru saja diadakan acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Dibawakan oleh seorang hamba Tuhan yang sekarang bertugas di GYS Tasikmalaya yaitu Pdt. Lukman Santoso. Acara yang dimulai pada hari Jumat malam tanggal 25 Juli ini, mengambil tema Mitos versus Kebenaran. Inti tema ini ialah ingin membuka pikiran dari jemaat GYS Cianjur tentang mitos-mitos yang terjadi di masyarakat Tionghoa yang menjadi Kristen atau pada kehidupan orang Kristen pada umumnya. Mitos berkembang dalam kehidupan orang Kristen seperti layaknya sebuah kebenaran. Penyebabnya ialah minimnya pengetahuan tentang mitos itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos bisa berakar dari budaya yang berkembang sejak lama. Budaya tersebut biasanya dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Biasanya disertai dengan suatu ‘perintah’ atau alasan-alasan yang menyebabkan budaya ini harus dan tidak boleh tidak dikerjakan. Maka generasi-generasi muda yang mendapat ‘mandat’ budaya ini pun mau tak mau harus melakukannya. Tidak lagi mempertimbangkan apakah sudah terima Tuhan atau tidak. Karena jemaat GYS Cianjur mayoritas keturunan Tionghoa maka budaya-budaya ini berasal dari budaya Tionghoa. Jemaat masih gamang terhadap budaya yang kini masih dilakukan tanpa menyadari apakah menyimpang atau tidak dari ajaran kekristenan. Jemaat belum bisa membedakan budaya mana yang bertentangan dan tidak bertentangan. Mitos yang berakar budaya ini disebut mitos budaya Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bergereja pun ternyata mitos bisa terjadi. Terdapat pandangan-pandangan tertentu yang tidak berasal dari Alkitab tapi dijadikan acuan dalam kehidupan bergereja. Malah memakai argumen-argumen yang seolah-olah berasal dari kebenaran. Jemaat pun belum bisa membedakan mana akar kebenaran yang sesungguhnya. Inilah yang disebut mitos Kristen.&lt;br /&gt;KKR yang dihadiri kurang lebih 100 orang jemaat, diajak untuk membandingkan dan menganalisis bagian-bagian mana dari mitos-mitos yang terdapat dalam masyarakat GYS. Kemudian membandingkannya dengan ajaran Tuhan apakah sesuai dengan kehendakNya atau tidak. Sesi dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama, pembicara menekan tentang pentingnya bersandar pada kuasa Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Lalu ditambah dengan pemahaman Firman Tuhan yang didapat melalui kegiatan pemahaman Alkitab pribadi atau berkelompok. Sesi kedua pada hari kedua, diawali dengan penjelasan macam-macam mitos budaya Tionghoa dan Kristen yang bisa ditemui sekarang ini. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sesi diskusi ini cukup menarik minat jemaat yang hadir. Seperti yang dirasakan oleh Sdr. Agus Priatna bahwa respon jemaat sangat baik, temanya terarah dan bisa menjawab kebutuhan jemaat. Sdr. Agus adalah salah satu panitia bagian pemimpin diskusi. Panitia telah memulai persiapannya sejak akhir tahun 2007. Dimulai dengan perbincangan dengan beberapa tokoh tentang apa yang dibutuhkan oleh jemaat saat ini. Kemudian diadakan dialog dengan pembicara sejak awal hingga menghasilkan tema yang sesuai. Seluruh panitia merasakan adanya kesatuan hati dalam pelayanan ini. Sdr. Suherlan mengungkapkan kesannya sebagai panitia diskusi, bahwa ia merasa mempersiapkan KKR ini membutuhkan persiapan dengan waktu yang panjang agar mendapatkan hasil yang terbaik walaupun sangat melelahkan. Tingkat kehadiran pun mengalami peningkatan dibandingkan KKR tahun 2007 dan sebagian besar jemaat merasa bahannya menarik, tambahnya. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan diskusi yang terjadi. Semua ketua kelompok melaporkan adanya semangat dari para peserta dalam mendiskusikan topik-topik yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik mitos budaya Tionghoa memang mendapatkan sorotan yang lebih dibandingkan mitos kristen. Kemungkinan karena mitos-mitos ini masih banyak dilakukan dalam kehidupan jemaat. Misalnya tentang hari raya tahun baru Tionghoa atau dikenal dengan Imlek. Apakah Imlek boleh dilakukan? Bertentangan dengan Firman Tuhan atau tidak. Pembahasan dilakukan secara terperinci dalam diskusi. Tentu sebelumnya para pemimpin diskusi yang ditunjuk telah lama mendapatkan pembekalan rohani dari Pendeta dan aktifis gereja yang mengerti masalah ini. Sehingga dalam diskusi peserta diarahkan untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Imlek boleh dijalankan sebagai budaya Tionghoa, tapi kegiatan sembahyang kepada leluhur, berdoa ke kuburan dan semacamnya tidak boleh lagi dilakukan karena bertentangan dengan Firman Tuhan. Begitu juga dengan budaya Ceng Beng, sudah jelas tidak boleh dilakukan karena Ceng Beng adalah sembahyang kepada orang yang sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya mitos Kristen belum sempat dibahas secara terinci mengingat waktu yang ada tidak mencukupi. Melihat antusias dari jemaat yang hadir terutama pada hari kedua saat diskusi, mudah-mudahan dalam KKR tahun depan topik ini bisa dibahas lagi. Banyak jemaat yang rela menutup tokonya pada hari Sabat ini khusus untuk mengikuti KKR, tak sedikit juga yang mengambil cuti dari kerjanya. Kiranya Tuhan tetap membuka hati saudara/i jemaat ini agar imannya terus bertumbuh. Mampu membedakan yang mana mitos dan yang mana ajaran kebenaran yang sesungguhnya. Dan dapat menjalankan perintah Tuhan lebih banyak lagi. Seperti menguduskan hari Sabat yang saat ini belum banyak jemaat yang terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kerja keras panitia berkenan di mata Tuhan dan semoga KKR ini banyak membangun jiwa-jiwa yang tertidur kemudian berubah menjadi terang Kristus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-1493402433044989245?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/1493402433044989245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=1493402433044989245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1493402433044989245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/1493402433044989245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/09/kkr-juli-2008-mitos-vs-kebenaran.html' title='KKR Juli 2008 - Mitos vs Kebenaran'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8067583742306827686</id><published>2008-07-28T05:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T18:26:06.123-07:00</updated><title type='text'>menumbuhkan tunas di cianjur</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Dilema antara kebenaran sejati dan ujian nasional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap sekolah pasti memberikan pelajaran agama kepada para siswanya. Pelajaran agama tersebut tentunya disesuaikan dengan kurikulum yang telah disusun oleh pemerintah. Di SKK, pelajaran agama yang diberikan mengikuti kurikulum tersebut namun tetap didasarkan atas kebenaran firman Allah sesuai dengan dasar kepercayaan GYS. Dalam hal ini, kadang-kadang ditemukan beberapa perbedaan. Salah satu contohnya adalah materi tentang Allah Tritunggal yang dianut secara umum oleh umat Kristiani. Para guru agama di SKK memberikan penjelasan yang berbeda dalam hal ini yang menunjukkan keesaan Allah sesuai dengan ajaran Alkitab. Sebagai akibatnya,  dilema muncul ketika para siswa harus menjawab soal yang terkait dengan masalah ini dalam ujian pelajaran agama pada tingkat nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dengan ajaran kristiani yang berkembang secara umum menjadi tantangan tersendiri bagi tunas-tunas muda di SKK ini. Karena itu, pembinaan kerohanian secara terus-menerus perlu dilakukan untuk memberitakan dan mempertahankan kebenaran yang sejati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Persekutuan Remaja Timotius&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Persekutuan ini pada awalnya diprakarsai oleh seorang hamba Tuhan yang bertugas di Cianjur dengan visi ”Membina bukan kegiatan” dan misi ”mengenalkan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan”. Visi tersebut mengandung harapan agar pembinaan yang dilakukan terhadap para siswa bukan hanya sebatas menerapkan berbagai kegiatan rohani, tetapi diarahkan untuk membangun iman anak-anak tersebut. Persekutuan yang sudah berjalan enam tahun ini diadakan setiap hari Kamis pada pukul 18.00 WIB dengan mayoritas peserta adalah anak-anak SKK Cianjur yang belum dibaptis. Acara persekutuan tersebut bervariasi, antara lain sharing, diskusi, debat, menonton film/presentasi dengan menggunakan peralatan multimedia dan berbagai permainan yang ditujukan untuk menjaring jiwa-jiwa baru dan bersekutu bersama. Sedangkan dua kali sebulan setiap hari Minggu pada pukul 10.00 WIB diadakan  pemahaman Alkitab bagi anak-anak Persekutuan Timotius yang berkeinginan untuk memperdalam kebenaran firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sabat dengan Kerelaan Hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak bulan Januari 2004, SKK Cianjur mengubah jadwal belajar menjadi hanya lima hari dalam satu minggu. Hari Sabtu ditetapkan sebagai hari libur dan salah satu dampaknya adalah mulai diadakannya kebaktian Sabat untuk siswa-siswa SD, SMP dan SMA. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kebaktian Sabat kali ini dilakukan dengan kerelaan hati para siswa. Tidak ada peraturan sekolah yang mewajibkan para siswa untuk hadir berkebaktian pada hari Sabtu. Hal ini menyebabkan tidak seluruh siswa hadir. Pada tingkat SD masih banyak siswa yang perlu diundang untuk hadir. Sedangkan untuk tingkat SMP dan SMA siswa yang hadir hanya mencapai sekitar 25% dari total seluruh siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini, strategi untuk mengajak para siswa ini tentu masih perlu diperbaiki. Hal ini merupakan tantangan besar bagi sekolah dan para guru agama. Hal yang terpenting adalah bahwa strategi tersebut haruslah menyentuh hati siswa-siswi ini sehingga mereka tergerak dan dengan sukacita datang menyembah Tuhan pada hari Sabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterbatasan Jumlah Tenaga Pengajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, jumlah guru dan pekerja di SKK Cianjur yang berasal dari jemaat hanya mencapai 25% dari seluruh jumlah guru. Padahal, peran jemaat yang bekerja di SKK sangat penting dalam menjalankan misi penginjilan melalui sekolah. Bahkan, tantangan yang ada menjadi semakin besar karena program penginjilan di SKK Cianjur masih bertumpu pada peran guru agama. Idealnya, diperlukan jumlah guru dan pekerja dari jemaat yang mencapai sekitar 60%–70% dari total jumlah guru yang ada dan semuanya dapat mengambil bagian dalam melakukan penginjilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan ini antara lain disebabkan karena sulitnya mencari jemaat yang tergerak untuk bekerja dan melayani di sekolah. Salah satu penyebab utama adalah masih rendahnya honor yang diberikan kepada para pengajar dan pekerja lainnya di sekolah. Faktor-faktor lain yang juga bepengaruh adalah kurangnya minat para pemuda terhadap dunia pendidikan terutama dunia guru, serta masih kurangnya partisipasi dan perhatian jemaat terhadap SKK sehingga pengetahuan mereka tentang kebutuhan sekolah sangat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kerja sama antara Seksi Pendidikan Agama (SPA) dan SKK masih perlu ditingkatkan. Sementara pihak sekolah dengan giat melakukan penginjilan, SPA perlu terus aktif melakukan tindak lanjut melalui penyelenggaraan KKR siswa, pembezukan dan sebagainya. Hal ini penting agar tunas-tunas muda yang muncul melalui program kerohanian di SKK dapat berakar dan bertumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain siswa sebagai sasaran utama penginjilan, para orangtua siswa juga perlu mendapat perhatian. Pada bulan September 2007 yang lalu, gereja Cianjur mengadakan KPI dengan sasaran orang tua siswa. Puji Tuhan hasilnya tidak mengecewakan. Beberapa orang tua siswa tergerak untuk hadir, bahkan selama dua hari kebaktian KPI tersebut. Kami semua berdoa agar Tuhan membukakan hati mereka untuk bisa hadir dalam kegiatan-kegiatan ibadah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bible Study&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bible Study untuk para siswa SMP dan SMA mulai dijalankan pada bulan April 2007. Kurang lebih sekitar 30 orang siswa mendaftarkan diri dan secara rutin mengembalikan lembar pertanyaan yang menjadi sarana utama program ini. Sayangnya, hingga saat ini hanya tinggal 30% siswa yang masih aktif mengikuti program bible study ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, program bible study ini dapat menjadi program pendukung untuk penginjilan. Pada bulan September 2007, GYS Cianjur mengadakan KPI yang dihadiri antara lain oleh orangtua dari para siswa yang mengikuti program bible study ini. Karena itu, program ini harus terus dikembangkan secara kreatif agar lebih banyak lagi siswa yang mau bergabung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah persekutuan bersama yang diselenggarakan oleh kerjasama antara para penanggung jawab bible study Cianjur dan pembina Persekutuan Remaja Timotius Pada tahun 2008 ini diharapkan para peminat bible study ini dapat semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak hal yang harus dikerjakan di SKK Cianjur. Untuk menumbuhkan tunas yang baik tentunya diperlukan banyak persiapan, mulai dari mempersiapkan kondisi tanah, memberikan pupuk dan air secara rutin dan proporsional dan sebagainya. Tapi hal yang terpenting adalah bersandar pada kuasa dan pengaturan Tuhan agar tunas ini bertumbuh. Sia-sia saja segala daya upaya manusia yang dilakukan jika Tuhan tidak berkenan. Seperti dinyatakan dalam 1Kor. 3:7, “Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2008 ini, sekolah dan gereja berusaha membangun kerjasama yang lebih erat lagi agar ladang penginjilan yang begitu luas ini dapat digarap bersama-sama secara efektif. Program KPI yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2008 mendatang diharapkan dapat menuai buah dari misi penginjilan di sekolah. Namun, hanya dengan dukungan doa dan kerja keras dari seluruh jemaat dan juga staf pengajar SKK dan bidang kerohanian gereja, harapan tersebut baru akan tercapai dengan baik. (SG) (setelah diedit tim pengedit)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8067583742306827686?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8067583742306827686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8067583742306827686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8067583742306827686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8067583742306827686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/07/menumbuhkan-tunas-di-cianjur.html' title='menumbuhkan tunas di cianjur'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8065659560059308920</id><published>2008-06-01T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-01T21:15:41.322-07:00</updated><title type='text'>Mas, Kemenyan dan Mur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Orang Kristen mana yang tidak mengenal kisah orang Majus. Kisah ini hanya tercatat dalam Kitab Matius. Kedatangan mereka ke Yerusalem membuat gempar orang Israel beserta raja Herodes. Sebab mereka mengetahui tentang tanda-tanda kedatangan seorang raja Israel. Sedangkan orang Israel sendiri tidak mempercayai tanda-tanda tersebut walaupun telah disebutkan dalam kitab suci para nabi. Kemudian raja Herodes sebagai raja yang berkuasa saat itu tidak rela ada seorang raja yang telah ’diramalkan’ lahir dan akan menggeser kedudukannya sebagai raja. Lalu menyuruh orang-orang Majus ini untuk mencari tahu dimana raja yang telah lahir itu berada. Namun orang-orang Majus ini telah mendapatkan petunjuk Tuhan (Mat. 2:12) dan mereka tidak memberitahukan kepada Herodes ketika menemukan sang raja. Sehingga kemudian raja Herodes murka dan mengeluarkan perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Satu hal yang menarik adalah barang yang dibawa oleh orang-orang Majus untuk diberikan pada sang raja yang telah diramalkan ini. Barang-barang ini ialah mas, kemenyan dan mur. Beberapa tafsiran ahli kitab memberikan gambaran yang serupa tentang arti dari barang-barang persembahan ini. Mas identik dengan harta kekayaan yang layak dimiliki oleh seorang raja. Kemenyan adalah bahan bakaran yang harum, yang biasanya dipersembahkan dalam upacara-upacara. Misal ketika persembahan ukupan kepada Tuhan di rumah Allah. Dan Mur adalah bahan ramuan untuk membersihkan kotoran dan bau-bau tubuh manusia. Dengan demikian orang Majus ini memberikan tiga gambaran tentang Yesus yaitu bahwa Ia adalah Raja, Ia dilahirkan dan hidup menjadi persembahan yang harum, dan kematian-Nya pun tetap menjadi persembahan yang harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ia adalah Raja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang majus mengakui Yesus sebagai raja yang telah dinobatkan sejak dahulu dan telah dinyatakan dalam kitab-kitab nabi bangsa Israel. Padahal orang Majus sebenarnya bukan bangsa Israel. Tetapi mereka mengakuinya. Bahkan bangsa Israel sendiri tidak mengakui hal ini. Orang yang mengaku pengikut Kristus kadangkala tidak mencerminkan sebagai pengikut Kristus dalam kehidupannya. Bahkan merasa benar atas sikapnya itu. Mengakui Tuhan sebagai raja atas hidup kita memang bukanlah hal yang mudah. Hakikat seorang raja adalah menguasai. Mampukah kita mengakui Yesus sebagai penguasa atas hidup kita? Sebab lebih mudah bagi kita untuk mengikuti kehendak kita sendiri daripada mengikuti kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan bukanlah kehendak yang popular atau bisa menyenangkan keinginan kita. Tapi kehendak Tuhan selalu yang terbaik. Karena Ia tahu apa yang kita butuhkan sesungguhnya. ”Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Mat.26:39)&lt;br /&gt;Tuhan Yesus memberikan contoh ketika Ia berdoa kepada Bapa. Ia menyampaikan suatu keinginan tapi bukanlah kehendak Anak yang jadi tapi kehendak Bapa. Jika Yesus saja memberikan contoh agar kehendak Bapa yang jadi, lebih lagi kita sebagai manusia harus menyandarkan hidup kita kepada Allah saja. Rasul Paulus menulis kepada jemaat Roma ”Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.” (Rm. 7:18) Paulus menulis tentang kecendrungan perbuatan yang tidak baik yang dimiliki manusia. Hal ini terjadi sebab manusia sudah terjatuh dalam dosa ketika di taman Eden. Sehingga pemikiran-pemikiran tentang hal yang jahat terdapat dalam pikiran manusia. Hanya Tuhanlah kemudian yang bisa menebus dosa tersebut karena kehendak-Nya baik. ”Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku” (Rm.7:19-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hidup sebagai persembahan yang harum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut kitab Lukas, Yesus memulai pekerjaan-Nya ketika sudah berumur kira-kira tiga puluh tahun. Sebelum itu Kitab Lukas mencatat masa kecil Yesus ketika Ia dilahirkan, berusia delapan hari ketika disunat dan usia dua belas tahun. Dalam kitab Matius, kitab Injil lain yang mencatat masa kecil Yesus, hanya mencatat tentang kelahiran-Nya dan masa penyingkiran ke Mesir. Selebihnya hanya dicatat bahwa Yesus semakin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk.2:52). Catatan masa kecil Yesus memang terbatas tapi bisa disimpulkan sebagai berikut&lt;br /&gt;1. Yesus adalah seorang anak yang diasuh sangat baik oleh orang tua-Nya, terutama dalam hal kehidupan beragama. Bisa dilihat dalam peristiwa Yesus ketika berada di bait Allah. Di awal perikop dicatat bahwa ”tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah” (Luk.2:41).&lt;br /&gt;2. Yesus mendengarkan alim ulama mengajarkan tentang Taurat di Bait Allah, juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Selain itu ternyata Yesus juga menjawab pertanyaan-pertanyaan alim ulama kepada-Nya. (Luk.2:46-47). Kita lihat pelajaran kerohanian Yesus dilakukan secara aktif. Dalam konteks ini kita anggap Yesus sebagai manusia. Terlepas dari keIlahian-Nya yang penuh dengan hikmat dan kepandaian.&lt;br /&gt;3. ”Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” (Mrk.6:3). Di dalam kitab Markus dinyatakan tentang Yesus seorang tukang kayu. Yusuf ayah-Nya di dunia memang tukang kayu. Selain menjalani kehidupan rohani, Yesus pun belajar dari pekerjaan ayah-Nya. Lalu ditafsirkan bahwa Yesus pun menjadi tukang kayu seperti Yusuf.&lt;br /&gt;4. Melihat ayat Lukas 2: 41 bisa ditafsirkan bahwa pendidikan kerohanian Yesus dialami selama tiga puluh tahun masa hidupnya. Bila dibandingkan dengan masa pelayanannya yang hanya tiga tahun (menurut tafsiran), masa pendidikan itu menempati porsi 90% dari seluruh masa hidup-Nya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, untuk menjadikan hidup kita sebagai persembahan yang harum, memerlukan persiapan rohani yang panjang. Jika kita guru sekolah minggu atau orang tua dari anak-anak kita, maka kita menyadari pendidikan rohani dari kecil sangat penting. Kita perlu menjadi teladan bagi anak-anak kita. Sebab kita adalah cermin bagi mereka. Apa yang kita perbuat dan katakan akan menular kepada tindak-tanduk anak-anak itu. Maka tidak ada perbantahan dari anak-anak jika kita menyuruh mereka untuk berdoa misalnya, sebab mereka melihat kita pun berdoa.&lt;br /&gt;Jika kita telah dewasa namun merasa bahwa pendidikan rohani kita semasa kecil tidak begitu baik, maka kita harus berlomba-lomba melatih diri kita mempelajari firman Tuhan. Pada intinya pendidikan rohani itu dilakukan dengan aktif. Bukan hanya menerima firman saja, tetapi melakukannya. Alangkah baiknya kita bisa terjun dalam pelayanan sebagai bentuk menerapkan firman Tuhan itu. Melayani adalah inti dari ajaran Kristus. Tuhan bahkan menyatakan dengan jelas, bahwa Ia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Bukankah lebih lagi kita manusia ciptaan-Nya harus lebih melayani? Pertama kepada Tuhan, kedua terhadap sesama manusia. Dengan demikian perkembangan kerohanian kita mendapatkan buah-buah Roh yang nyata. Menjadi terang bagi sekeliling kita. Dan pada akhirnya hidup kita akan menjadi persembahan yang harum di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mati dalam Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Tuhan, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Kematian adalah awal dari kehidupan berikutnya bersama Tuhan. Namun proses hidup kita sangat menentukan awal dari hidup setelah mati ini. Jika kita tidak menjadi persembahan yang harum, kemungkinan besar kita akan ditolak. Hidup kita di dunia mungkin tidak semulus apa yang kita pikirkan. Setiap hari ada saja badai yang harus kita lalui. Kesulitan demi kesulitan merintangi hidup kita. Jika kita tidak waspada, maka kita dapat terjatuh dalam dosa. Dan kita tidak memperoleh mahkota hidup ketika kita mati. ”Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yak.1:12). Kitab Wahyu menulis, ”Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Why.2:10).&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah menjanjikan pelayaran yang indah, tetapi sangat jelas Ia menjanjikan pelabuhan yang indah. Kesusahan hidup pasti ada. Bahkan kesusahan itu bisa membawa kita kepada penderitaan selama hidup. Penderitaan yang terus dialami hingga kematian. Rasul Paulus awalnya adalah seorang Farisi yang menganiaya umat Tuhan. Setelah ia mengenal Tuhan, ia menjadi menderita aniaya karena-Nya. Seringkali ia keluar masuk penjara. ”-- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.” (II Korintus 11:23). Jiwanya sering terancam kematian. Tentu bukan hidup yang nyaman. Tapi justru dalam kesusahan seperti demikian, rasul Paulus menganggapnya sebagai perlombaan menuju garis akhir. Jika ia berhasil melaluinya maka mahkota kemenangan akan menanti.&lt;br /&gt;Mampukah kita bertahan dalam api-api pengujian ini? Dengan kekuatan manusia tentu tidak mungkin. Hanya bersandar kepada Tuhan saja, kita akan tahan uji. Seperti mas murni yang muncul setelah dibakar dalam bara api yang sangat panas. Maka demikianlah hidup kita, dibakar dalam pengujian. Sehingga pada akhirnya kita akan seperti rasul Paulus mampu berkata kepada diri kita sendiri, ”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” (II Tim.4:7). Dan kematian kitapun menjadi persembahan yang harum kepada Tuhan. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8065659560059308920?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8065659560059308920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8065659560059308920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8065659560059308920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8065659560059308920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/06/mas-kemenyan-dan-mur.html' title='Mas, Kemenyan dan Mur'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-3147743081270360975</id><published>2008-05-29T18:49:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T18:59:44.157-07:00</updated><title type='text'>ombak</title><content type='html'>Ketika saya melihat deburan ombak di pantai pelabuhan ratu, sewaktu mengikuti acara family day, saya merasa begitu kecil dibandingkan luasnya lautan itu. Saya teringat pada hari penciptaan. “Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian” (Kej.1:9). Begitu besar air yang Tuhan ciptakan itu, apalagi ketika dikumpulkan pada satu tempat. Manusia seperti tidak berarti. Bahkan manusia bisa mati jika tersapu ombak dan tenggelam. Kita mendengar banyak sekali tragedi yang merenggut nyawa manusia di laut. Dari tragedi yang terkenal seperti tenggelamnya kapal titanic, tampomas, hingga hilangnya orang-orang ketika sedang berenang di pinggir pantai. Jika ombaknya kecil, orang mungkin masih bisa bertahan. Tapi jika ombaknya besar bisa menyeret orang ke tengah laut dan menenggelamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun akan merasa bimbang melihat ombak besar seperti itu. Ketakutan bisa menguasai diri kita. Ketakutan akan kematian dan  ketakutan akan sisa hidup kita. Murid-murid Tuhan merasa takut ketika menyebrangi danau Galilea mereka dihantam badai. Angin taufan yang besar membuat ombak menyembur masuk ke dalam perahu (Mrk.4:37). Perahu semakin penuh dengan air dan hidup mereka terancam kematian. Tuhan sedang tidur di dalam perahu itu. Murid-murid membangunkan-Nya dan berkata “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (Mrk.4:38). Lalu Tuhan pun bangun, menghardik angin itu dan berkata,”Diam! Tenanglah!” (Mrk.4:39). Angin itu menjadi reda, ombak pun demikian. Danau itu menjadi teduh dan tenang. Kita pun seringkali seperti murid-murid Tuhan itu. Kehilangan kepercayaan ketika ombak menjadi begitu besar dalam hidup kita. Kehidupan yang asalnya tenang berubah menjadi tak menentu, seperti ombak yang dimainkan angin. Dan kadangkala ombak itu menjadi begitu besar, sehingga kita tak lagi bisa menguasainya. Ketakutan mulai berkuasa melenyapkan semua keyakinan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk.4:40). Tuhan menegur kita dalam kondisi demikian. Tuhan yang menciptakan laut, angin dan ombak. Tapi Tuhan menciptakan manusia begitu istimewa. “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Mat.6:26). Sesungguhnya tidak ada alasan untuk kita merasa takut terhadap ombak hidup ini. Itulah sebabnya Tuhan menegur kita, kenapa kita tidak percaya? Mungkin kita akan berdalih, Tuhan aku percaya tapi ombak ini begitu besar di depan mataku. Ia hendak menenggelamkan aku. Seringkali apa yang terlihat oleh mata begitu mempengaruhi diri kita. Kita melupakan bahwa iman kepada Tuhan, yang tidak terlihat, justru mempunyai kekuatan mengatasi semua itu. Bukan kekuatan untuk menghilangkan ombak tapi untuk percaya bahwa bersama Tuhan kita bisa melalui semua kesulitan. Jadi benarlah dalam kesulitan dan  kesusahan kuasa Tuhan akan semakin nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyerahan total hidup kita kepada Tuhan, peranan diri kita semakin kecil. Peranan Tuhan semakin besar. Hal ini diungkapkan Rasul Paulus mengenai kelemahan jasmaninya. “ Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (II Kor. 12:9). Mampukah kita berserah sedemikian, agar Tuhan berkuasa atas hidup kita? Sehingga ombak itu tidak lagi membuat kita takut. Namun kita dipenuhi oleh Roh Kudus dan mempunyai kepercayaan yang kuat. Dan ombak takkan lagi menyeret kita, tapi kita mampu melewatinya bersama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk warta jemaat cianjur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-3147743081270360975?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/3147743081270360975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=3147743081270360975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/3147743081270360975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/3147743081270360975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/05/ombak.html' title='ombak'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-5024424871016067491</id><published>2008-05-15T21:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T21:03:26.202-07:00</updated><title type='text'>Tertidur...zzz</title><content type='html'>Pada hari selasa tanggal 8 April yang lalu, media cetak dan stasiun televisi swasta memberitakan berita yang menghebohkan. Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono (SBY) marah saat memberikan pembekalan kepada peserta forum konsolidasi pimpinan pemerintah daerah di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta. Beliau menegur salah seorang peserta forum, seorang Bupati, yang tertidur. “Kalau mau tidur di luar saja,” ujar Bapak Presiden. Presiden memberikan pembekalan dengan tema “Ketahanan Daerah dalam Mendukung Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional” yang diikuti oleh 86 peserta, terdiri dari bupati dan walikota serta ketua DPRD kabupaten/ kota.&lt;br /&gt; Tidur adalah satu hal yang diperlukan oleh semua manusia. Ketika tidur tubuh kita melakukan banyak sekali proses. Seperti memperbaiki organ-organ tubuh yang rusak, melawan bibit penyakit, menghimpun tenaga untuk beraktifitas dan sebagainya. Secara normal, anak-anak lebih banyak membutuhkan tidur daripada orang dewasa. Sebab tubuhnya masih membutuhkan perkembangan organ-organ tubuh. Orang dewasa membutuhkan kira-kira 6—7 jam setiap harinya untuk tidur. Semakin bertambahnya usia waktu yang dibutuhkan untuk tidur semakin berkurang. Tapi dengan frekuensi yang bertambah. Tapi jumlahnya kurang lebih sama, sekitar 6-7 jam. Akitifas pada siang hari banyak mengeluarkan tenaga dari tubuh, sehingga pada malam hari semua orang membutuhkan tidur untuk memperoleh tenaga untuk aktifitas esok hari.&lt;br /&gt; Namun seringkali aktifitas tidur ini tidak ditempatkan pada waktu yang seharusnya. Saat dimana seharusnya terjaga malah tertidur, sedangkan pada waktunya tidur malah terjaga hingga larut malam. Di dalam pertemuan-pertemuan ibadah kita pun kadangkala kita tertidur. Pada saat dimana kita seharusnya memuji Allah, menyegarkan rohani kita dengan Firman Tuhan, kita ‘kalah’ dengan kelelahan tubuh jasmani kita sehingga kita tertidur. Ketika Tuhan  Yesus berdoa di taman Getsemani, Ia membawa murid-muridNya. Ia menyuruh mereka berjaga-jaga sewaktu Ia berdoa. Tetapi ketiga murid-Nya tertidur. Yesus mendapati mereka dan menegur, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Mat. 26:40).&lt;br /&gt; Tuhan Yesus mengatakan bahwa roh memang penurut tapi daging lemah (Mat.26:41). Kehidupan rohani kita harus ditempatkan pada posisi yang penting. Tidak boleh dibiarkan kalah oleh kelemahan daging. Sebab pada waktu-waktu terakhir ini, sangat penting bagi anak-anak Tuhan untuk berjaga dan berdoa. Lihatlah contoh lima gadis bodoh yang tidak berjaga-jaga. Mereka tidak dapat masuk ke dalam perjamuan kawin karena pada waktu akhir tergesa-gesa mencari minyak untuk pelita mereka. Ketika mempelai pria datang, mereka tidak berada disana untuk me-nyambutnya.&lt;br /&gt; Rasul Paulus memberi teladan tentang bagaimana menyikapi kelemahan daging ini. Kelemahan ini haruslah menjadi senjata kita untuk lebih bersandar pada Tuhan. Sehingga kemuliaan dan kuasaNya menjadi sempurna dalam kelemahan kita (2Kor. 12:9). Tubuh yang lemah dan lelah dapat diobati dengan tidur tapi jika rohani tertidur, dengan apakah akan diba-ngunkan? Firman Tuhan ialah seperti air yang memberi kehidupan pada rohani kita. Yoh.7:37, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru.”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” Setelah ‘minum’ Firman Tuhan maka rohani kita kembali segar dan tidak menjadi lelah.&lt;br /&gt; Aturlah cara hidup kita dengan baik. Istirahatkan tubuh kita pada waktunya. Berolahraga juga sangat baik untuk tubuh kita. Kita dapat mengikuti kegiatan olahraga bersama yang diadakan oleh Gereja pada hari minggu siang. Maka tubuh kita menjadi sehat dan segar. Dan dalam setiap pertemuan ibadah, tubuh yang lemah ini tidak menjadi batu sandu-ngan bagi rohani kita. Tubuh yang tertidur akan menghalangi rohani kita menerima air hidup, sehingga rohani kita ikut tertidur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-5024424871016067491?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/5024424871016067491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=5024424871016067491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5024424871016067491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5024424871016067491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/05/tertidurzzz.html' title='Tertidur...zzz'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-2172138226040899609</id><published>2008-03-20T18:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T18:33:20.649-07:00</updated><title type='text'>FIRMAN TUHAN TIDAK BEREVOLUSI</title><content type='html'>Charles Robert Darwin lahir pada tanggal 12 Febuari 1809 adalah seorang Naturalis Inggris yang mula-mula belajar ilmu kedokteran, kemudian juga mendalami ilmu Teologi Kekristenan. Hal yang terkenal dari Charles Darwin adalah Teori Evolusi yang dikemukakannya. Dan kemudian menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan dan rohaniwan. Salah satunya adalah karena Darwin menduga dalam teorinya tentang asal mula manusia adalah hasil evolusi dari kera. Hal yang mendasari Darwin dalam teori ini adalah bahwa mahluk hidup dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kemudian mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup dan setelah rentang waktu yang lama bisa berubah menjadi mahluk yang baru. Berbeda dengan nenek moyangnya. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan Alkitab Kejadian Pasal 1 bahwa manusia langsung diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan memang dapat mempengaruhi mahluk hidup. Merubah fisik, pola makan, kesehatan, usia, gaya hidup dan sebagainya. Kita dapat merasakan perubahan ini dengan mengamati kehidupan kita sewaktu masih kecil dengan anak-anak zaman sekarang. Tapi tidak dengan firman Tuhan. “Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi (Matius 5:18).” Dari pertama penulisan Alkitab beribu tahun yang lalu hingga saat ini, firman Tuhan tidak berubah. Segala perintah-Nya dan kandungan kebenaran Tuhan tetap untuk selamanya. Lingkungan takkan dapat merubahnya. Hanya saja seringkali kita-lah yang melakukan ‘penyesuaian-penyesuaian’ terhadap firman Tuhan agar sesuai dengan kehendak kita dan kehidupan duniawi kita. Prioritas kehidupan kita lebih tinggi dari perintah Tuhan. Padahal bukanlah itu yang Tuhan inginkan. Matius 5:20 berfirman, “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”&lt;br /&gt;Tuhan memperingatkan dengan keras bagaimana kita harus hidup di hadapan Tuhan dengan membandingkannya dengan orang-orang Farisi waktu itu. Di ayat-ayat selanjutnya dalam Matius 5:17-48, lebih jelas lagi digambarkan bagaimana hidup menurut perintah Tuhan secara sepenuhnya. perintah-Nya tidak bervolusi menyesuaikan dengan kehendak kita. Dari dulu hingga sekarang tetap sama. Dapatkah kita memprioritaskan kehidupan dengan Tuhan lebih utama dibanding kehidupan kita sendiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-2172138226040899609?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/2172138226040899609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=2172138226040899609' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2172138226040899609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2172138226040899609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/05/firman-tuhan-tidak-berevolusi.html' title='FIRMAN TUHAN TIDAK BEREVOLUSI'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-2296157718831375812</id><published>2008-02-10T18:21:00.000-08:00</published><updated>2008-05-26T18:40:37.148-07:00</updated><title type='text'>BANGKIT DAN KEPAKKAN SAYAPMU</title><content type='html'>Sindrom Kursi Goyang&lt;br /&gt;Seekor anak burung rajawali terlihat dijatuhkan dari ketinggian yang tinggi. Bulu sayap anak rajawali itu terlihat sudah cukup panjang dan kuat. Ia mencoba menggerakkan sayapnya untuk bertahan di udara. Tapi ia tidak bisa dan terus terjatuh. Tiba-tiba sang induk menyambarnya dari udara ketika ia hampir saja menabrak tanah. Sang induk membawanya kembali ke atas dan menjatuhkannya lagi. Hal ini dilakukannya beberapa kali hari itu. Hari itu adalah hari pertama si anak rajawali belajar terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pun mengalami masa-masa seperti si anak burung rajawali. Misalnya ketika belajar berjalan sewaktu masih kecil. Orang tua kita menuntun kaki-kaki kecil kita menapak di lantai. Kadang dibiarkannya kita terjatuh. Rasa sakit mendera sehingga kita menangis. Tapi kita dihiburnya untuk mencoba lagi sampai bisa. Kelihatannya sangat enak kalau kita tidak usah belajar bersakit-sakit seperti itu. Kita tinggal diasuh saja oleh ibu kita seterusnya. Atau sewaktu kita telah lulus kuliah, kita harus mencari kerja. Memasukan lamaran kerja ke berbagai perusahaan, wawancara dan tes. Namun belum tentu berhasil. Atau membuka usaha sendiri. Bisnisnya belum tentu langsung menghasilkan untung. Kadangkala mengalami kerugian. Andai saja kita tidak harus mengalami hal-hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini biasa dikenal dengan sindrom kursi goyang. Kalau sudah duduk sambil menggoyangkan kursi, rasanya 'malas' untuk berdiri. Enaknya tetap duduk menikmati rasa santai yang terasa. Hal ini dialami oleh semua orang tanpa terkecuali. Rasa takut yang timbul ketika kita harus berpindah dari ruang nyaman menuju ruang yang tidak dikenal. Ruang yang tidak dikenal identik dengan tidak nyaman.&lt;br /&gt;Pilihan yang bisa kita ambil yaitu tetap dalam keadaan sedemikian atau bangkit berdiri dari 'kursi goyang' kita. Untuk bangkit berdiri kita butuh energi. Energi ini menyebabkan tubuh kita tidak lagi nyaman. Seperti si anak rajawali, mengalami takut sewaktu dilepaskan dari tempat yang tinggi. Tapi ia harus mengepakkan sayapnya sekuat tenaga. Kalau tidak, bisa celaka mati terjatuh dari ketinggian. Ia tidak bisa lagi merasa nyaman berada di sarang induknya yang hangat. Sudah waktunya ia berusaha keras untuk terbang. Jika ia gagal, maka ia tidak akan bertahan hidup sebagai seekor rajawali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban umat Tuhan untuk membalas kasih-Nya&lt;br /&gt;Dalam kehidupan beribadah kita, seringkali mengalami hal-hal di atas. Kita takut atau khawatir ketika datang ke gereja pertama kali. Bertemu orang-orang baru. Mendengar khotbah dari hamba Tuhan yang belum kita kenal. Namun kita telah bangkit dari rasa nyaman berada di rumah untuk pergi kebaktian. Sudah berani mangeluarkan 'energi' untuk bergerak. Salah satu sebabnya tentu kita berpikir bahwa beribadah kepada Tuhan adalah sebuah kewajiban. Kewajiban yang harus dilakukan sebagai rasa syukur dan terima kasih akan kasih Tuhan dalam kehidupan kita. Adanya pikiran seperti ini membuat kita berani melangkah pergi dari area nyaman menuju peribadahan kita. Namun sebenarnya hal ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Sesuatu yang telah rutin dilakukan akan menjadi suatu kebiasaan. Dan kebiasaan itu menimbulkan rasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi beribadah secara rutin adalah hal yang sangat baik. Tapi belum cukup. Pengertian rohani kita harus meningkat lagi. Hubungan kita dengan Tuhan tidak cukup hanya dalam pertemuan-pertemuan ibadah saja. Tuhan telah memberikan begitu banyak kasih-Nya dalam setiap detik kehidupan kita. Tentu sangat wajar jika kita bisa membalas kasih-Nya itu lebih banyak. Memberikan suatu persembahan kepada Tuhan adalah suatu kewajiban. Selanjutnya hubungan kita dengan Tuhan harus meningkat lagi. Pelayanan adalah salah satu bentuk hubungan dengan Tuhan yang lebih dalam. Dalam pelayanan kita akan mengerti apa maksud perintah Tuhan yang sesungguhnya. Bahkan Tuhan memerintahkan kita untuk saling melayani.Matius 20:28 ,”..sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Jika Tuhan saja telah menegaskan kepada kita bahwa kedatangan-Nya adalah untuk melayani apalagi kita. Kita mempunyai kewajiban melayani Tuhan. Dalam Matius 22:39 dikatakan juga ,”Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Mengasihi sesama manusia diwujudkan dengan saling melayani. Tuhan memberi contoh dalam pelayanan basuh kaki. Yohanes 13:14 ,”Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-2296157718831375812?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/2296157718831375812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=2296157718831375812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2296157718831375812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2296157718831375812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/05/bangkit-dan-kepakkan-sayapmu.html' title='BANGKIT DAN KEPAKKAN SAYAPMU'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-8438056047575346956</id><published>2008-01-21T03:30:00.000-08:00</published><updated>2008-01-21T03:35:10.791-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Kayu Besi</title><content type='html'>Bagi yang berkecimpung dalam dunia perkayuan atau toko kayu nama kayu besi tidaklah asing. Kayu besi di Indonesia termasuk dalam species Eusideroxylon zwageri(1), termasuk dalam jenis yang terancam kepunahan. Di pulau Kalimantan kayu besi saat ini tersisa sedikit. Karena setiap tahun penebangan liar sangat tak terkontrol. Hal ini terjadi karena harga kayu besi di pulau jawa sangat mahal.&lt;br /&gt;Kayu ini terkenal akan kekuatannya. Dipakai sebagai kayu di penopang atap rumah. Kekuatan kayu besi terletak pada serat-serat batangnya yang dapat menyerap air. Semakin banyak ia menyerap air semakin kuat kayu ini. Sebab serat-serat kayunya menjadi semakin lentur dan sulit patah.&lt;br /&gt; Hal ini mengingatkan penulis akan pentingnya air hidup. Air hidup adalah Tuhan. Tertulis dalam Yeremia 2:13, ”Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”&lt;br /&gt;Bangsa Israel ketika meninggalkan Tuhan mereka menjadi lemah. Mereka kehilangan air hidup dalam diri mereka. Kekuatan sebagai umat Tuhan menjadi hilang. Bahkan seringkali terkalahkan dalam perang ketika memasuki tanah Kanaan. Seperti kolam yang bocor, tidak bisa menahan berkat Tuhan dalam hidup mereka. Hilang begitu saja bagai air masuk ke tanah berpasir. Hati yang tidak setia mematuhi perintah Tuhan dapat membuat air hidup dalam diri manusia kering. Dan hidupnya semakin menjauh dari sumber air itu.&lt;br /&gt;Rahasia hidup kayu besi adalah tempat hidupnya yang berada di daerah berair. Dekat hutan-hutan lembab yang sumber airnya banyak atau dekat sumber-sumber air. Sehingga tanaman ini menjadi mudah menyerap air. Begitu juga dengan kehidupan orang Kristen, jika hidup kita menjauhi ibadah-ibadah, doa-doa atau persekutuan-persekutuan dengan Tuhan, maka sama saja kita hidup jauh dari sumber air hidup. Lambat laun hidup kita menjadi kering. Seperti kayu besi jika kehilangan kadar airnya begitu rupa sehingga kering, akan mudah dimakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)   Dari Wikipedia.org&lt;br /&gt;Bahan Renungan : Bagaimana air hidup itu mengalir dalam kehidupan anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-8438056047575346956?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/8438056047575346956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=8438056047575346956' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8438056047575346956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/8438056047575346956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/rahasia-kayu-besi.html' title='Rahasia Kayu Besi'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-4394683668632593448</id><published>2008-01-17T04:58:00.000-08:00</published><updated>2008-01-17T05:00:58.760-08:00</updated><title type='text'>Kisah Rajawali</title><content type='html'>Malam ini saya secara kebetulan, tapi mungkin ini kehendak Tuhan, menemukan situs yang mencantumkan kisah hidup rajawali yang saya cari. sudah beberapa hari dicari belum ketemu juga. saya menemukannya di &lt;a href="http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=070906131516&amp;amp;off=0"&gt;http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=070906131516&amp;amp;off=0&lt;/a&gt; sebuah situs berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Terdapat enam pelajaran yang penulis itu kemukakan dalam situs tersebut. Bahan-bahan tulisan saya ternyata ada dalam artikel ini, bahkan datanya cukup lengkap disertai gambar-gambar.&lt;br /&gt;Anda bisa membaca secara lengkap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-4394683668632593448?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/4394683668632593448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=4394683668632593448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4394683668632593448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/4394683668632593448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/kisah-rajawali.html' title='Kisah Rajawali'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-7911489093660200704</id><published>2008-01-14T18:04:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T18:06:02.089-08:00</updated><title type='text'>Karakter Sang Rajawali</title><content type='html'>Kisah ini mungkin seringkali kita dengar, yaitu kisah tentang seekor anak rajawali yang diasuh oleh induk ayam. Entah bagaimana awalnya, sebutir telur rajawali berada diantara butir-butir telur ayam dalam sebuah sarang. Singkat cerita telur itu semua menetas termasuk telur si rajawali. Sang induk ayam sangat menyayangi semua anaknya termasuk si rajawali kecil. Dia membesaran si rajawali kecil sama seperti anak-anaknya yang lain. Dia ajarkan bagaimana menggunakan cakar kaki dan paruhnya untuk mencari makanan untuk bertahan hidup. Setiap sore menjelang malam, sang induk ayam pasti memanggil semua anak-anaknya berlindung di balik sayapnya. Sang induk ingin melindungi anak-anaknya dari pemangsa yang mungkins aja muncul. Sebab ayam tidak bisa melihat dalam kegelapan, mereka akan mengalami rabun pada saat senja hari dan hampir buta jika malam tiba. Si rajawali kecil pun setiap sore hari selalu berlindung di balik sayap sang induk ayam. Walaupun ia tak banyak mengerti kenapa harus berlindung, padahal matanya bisa melihat dengan sangat jelas walaupun dalam gelap, dan tidak rabun sedikitpun.&lt;br /&gt;                Hingga suatu sore, sang induk ayam begitu ribut memanggil semua anak-anaknya ketika disadarinya seekor burung besar bertengger di puncak pohon di dekat sarangnya. Si rajawali kecil pun berlari berlindung, tapi kemudian ia menyadari ada sesuatu hal yang membuatnya tertarik ketika melihat sang burung besar itu. Ia melihat dengan jelas kalau ternyata si burung besar itu sama seperti tubuhnya. Berbeda dengan saudaranya yang lain. Perlahan ia mulai mengintip dari balik sayap sang induk ayam. Perlahan mendekati si burung besar itu. Walaupun sang induk ayam berkotek melarangnya. Tapi ia tidak peduli, ia terus mendekatinya. Semakin lama semakin jelas bahwa ia sama seperti si burung besar itu. Sejak saat itu si rajawali kecil memilih hidup sebagai rajawali dan bukan sebagai ayam.&lt;br /&gt;                Cerita di atas memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Gereja sejati adalah gereja yang benar di hadapan Allah. Namun jati diri yang sejati itu sering terlupakan oleh umatnya karena kurang pemahaman dan kepercayaan terhadapnya. Gereja identik dengan tempat sosial dimana orang-orang berkumpul. Yang mampu membantu yang tidak mampu. Tempat kita bertemu dengan sesama kita yang mempunyai kepercayaan terhadap Tuhan yang sama. Namun gereja sebagai tempat beribadah menjadi terlupakan. Padalah inilah fungsi yang sebenarnya. Kita berkumpul di gereja untuk mendapatkan siraman rohani. Mendapatkan pendidikan Alkitab tentang keimanan yang benar dan aplikasi-aplikasinya terhadap kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Seringkali kita takut untuk menonjolkan kesejatian kita. Kita takut Roh Kudus tak dapat diterima oleh orang-orang lain. Sesungguhnya inilah kekuatan yang sebenarnya dari gereja sejati. Keluaran 19:4 Tuhan menegaskan, “Kamu sendiri telah melihat apa yang Ku-lakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.” Tuhan telah membawa sendiri dengan tangan-Nya bangsa Israel pada waktu itu datang beribadah kepada-Nya. Bangsa Israel pada saat ini identik dengan kita. Jikalau kita tidak menyadari hal ini atau bahkan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang penting, sama saja dengan menolak secara halus akan panggilan Tuhan.&lt;br /&gt;Menampilkan kembali jati diri kita yang sesungguhnya memang kelihatan tidak mudah di tengah arus dunia yang begitu keras ini. Mewartakan kabar tentang Roh Kudus akan lebih sulit daripada mencari jarum di gudang jerami. Melakukan baptisan sesuai Alkitab akan dicemooh sebagai sesuatu yang tidak praktis dan efisien. Apalagi menguduskan hari Sabat dianggap seabgai pemborosan waktu berbisnis atau memotong waktu berkumpul dengan keluarga. Padahal Tuhan menginginkan kita melakukan semua itu agar jati diri kita tidak hilang di hadapan-Nya. Tuhan akan mengenali kita sebagai umat pilihan-Nya. Dan kita akan seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan menjadi tidak lelah (Yes. 40:31) melawan arus dunia yang ada. Bahkan jati diri itu akan bersinar seperti lilin di tengah kegelapan dunia.&lt;br /&gt;             Belajarlah dari si rajawali kecil yang menemukan jati dirinya yang mampu untuk terbang tinggi sebagai rajawali. Menjadi simbol kebanggaan bagi banyak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di Warta Jemaat Cianjur nomor 49 tangal 4 Januari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-7911489093660200704?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/7911489093660200704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=7911489093660200704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/7911489093660200704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/7911489093660200704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/karakter-sang-rajawali.html' title='Karakter Sang Rajawali'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-5942642213668368285</id><published>2008-01-14T00:16:00.000-08:00</published><updated>2008-07-28T05:14:52.232-07:00</updated><title type='text'>KPI 2007 yang diluar dugaan</title><content type='html'>Saya selama ini aktif di gereja belum pernah menemui semangat yang luar biasa dari rekan2 yang lain. Biar pulang malam untuk evaluasi panitia tapi tidak menyurutkan semangat untuk melaksanakan tugas nya.&lt;br /&gt;Seluruh panitia inti bekerja dgn sungguh2. Dan merembet ke Panitia yang lainnya sehingga berkomitmen yang sama. Tema yang dibawakan kali ini adalah memohon Roh Kudus agar berkenan berada dalam diri kita, sehingga kita punya kekuatan menghadapi masa2 sukar. Judulnya Roh Kudus adalah solusi di masa sukar.&lt;br /&gt;Tidak sedikit waktu dan energi sejak dari awal pembentukan konsep hingga penyusunan acara dilakukan. Karna kadang kita harus pergi ke luar kota menemui orang2 yang membantu acara ini.&lt;br /&gt;Jml simpatisan yang hadir memang tidak puluhan atau ratusan, tapi Tuhan tetap bekerja bersama kami. Sementara KPI berjalan, tim doa di belakang gereja mendoakan kami, meminta Tuhan pimpin seluruh acara dan berbelas kasih memberikan Roh KudusNya kepada kami.&lt;br /&gt;Dan Tuhan sungguh luar biasa, dari hari 1 hingga 2, Tuhan memberikan Roh Kudus kpd mereka yang berdoa di depan.&lt;br /&gt;Persiapan dilakukan kurang lebih 3 bln sbelumnya. Masih banyak kekurangan walaupun hasilnya Tuhan berikan hal yang luar biasa. Persiapan yang lbh matang lbh diperlukan untuk acara serupa di lain waktu.&lt;br /&gt;Awalnya ada kekhawatiran jika tema yang digunakan ini tidak disukai orang kebanyakan. Sebab sifatnya seperti terlalui teologis Gereja Yesus Sejati. Nanti orang menyangka terlalu fanatik dan siapa yang mau datang? Tapi dengan sepenuh hati tetap menyajikan tema ini, berdoa kepada Tuhan kiranya sesuai kehendakNya. Akhirnya tema ini cukup menarik perhatian saudara/i yang hadir waktu itu. Tercatat kurang lebih 40an saudara/i yang baru berkebaktian di Gereja Yesus Sejati selama 3 hari tersebut. Dan diantaranya ada orang tua siswa kanaan. puji Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September, 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-5942642213668368285?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/5942642213668368285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=5942642213668368285' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5942642213668368285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/5942642213668368285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/kpi-2007-yang-diluar-dugaan.html' title='KPI 2007 yang diluar dugaan'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-6688653574918703857</id><published>2008-01-14T00:13:00.000-08:00</published><updated>2008-05-26T18:19:58.517-07:00</updated><title type='text'>Pay it forward</title><content type='html'>Sugianto&lt;br /&gt;27 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas diambil dari sebuah judul film yang kebetulan tonton minggu ini di sebuah stasiun televisi. Judulnya terkesan biasa saja dan kalau diterjemahkan artinya bayarlah ke depan. Tapi sebenarnya diartikan balaslah pada orang lain. Di film ini diceritakan seorang anak sekolah menengah bernama Trevor yang mendapat tugas dari guru pelajaran sosial untuk mencari sebuah ide yang bisa mengubah dunia. Mereka juga diminta untuk dapat mempraktekkan tugas tersebut. Tugas yang diberikan gurunya untuk sepanjang tahun dikerjakan Trevor dengan sungguh-sungguh. Dia melihat banyak sekali hal yang terjadi di lingkungannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Orang tuanya single parent, ibunya pemabuk, kerja di dua tempat, perjudian dan bar malam. Neneknya menjadi tunawisma dan ayahnya yang juga pemabuk meninggalkannya. Trevor juga melihat di sekitarnya banyak sekali gelandangan, temannya sering dianiaya preman sekolah dan guru sosialnya sendiri sangat takut akan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semuanya itu, Trevor mendapat sebuah ide. Ia ingin memberikan kebaikan kepada orang-orang tadi dengan tulus. Sebagai balasannya, orang yang menerima kebaikan darinya harus membalas dengna kebaikan juga namun bukan kepada dia, melainkan kepada orang lain. Orang yang ditolong tersebut haruslah orang yang benar-benar membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat cerita tersebut membuat saya teringat akan kasih Tuhan kepada manusia. Ia turun dan disalibkan demi ingin menolong jiwa manusia dari kematian. Kita sebagai umat Allah juga diberikan perintah untuk mengabarkan Injil ini kepada semua orang. Berita Injil adalah berita keselamatan, yang berisi pertolongan dari Tuhan untuk manusia. Dan Tuhan  ingin agar kita menyebarkannya kepada yang lain, bukan hanya kepada tiga orang tapi kepada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam film tersebut, menolong orang seperti demikian tidaklah mudah. Banyak hambatan yang timbul. Ibunya yang pemabuk seringkali berjanji tidak minum lagi, tapi karena tekanan hidup kembali terjerumus dalam minum-minuman. Gurunya begitu takut untuk berubah karena dia punya luka bakar di badannya sehingga dia pikir kalo orang lain tahu, mereka akan jijik dan meninggalkannya. Juga ada seorang gelandangan yang kelaparan yang ditolong pertama kali oleh Trevor berusaha untuk meninggalkan ketergantungannya akan obat-obat terlarang juga gagal. Sampai akhirnya ketika pemuda ini berjalan keluar kota, dia menemukan seorang wanita baik-baik hendak bunuh diri loncat dari jembatan. Pemuda ini teringat akan pesan Trevor untuk menolong orang lain untuk membalas kebaikannya. Pemuda ini tidak tau harus berkata apa, yang jelas dia berpikir bahwa dia pernah ditolong orang dan sekarang ada orang lain yang membutuhkan pertolongannya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, manusia memang tak lepas dari masalah-masalah dalam hidupnya. Hal ini seringkali membuat kita lupa untuk memperhatikan orang lain. Kita menjadi acuh, kita pikir orang lain pun tak memperdulikan kita. “Atasilah masalahmu sendiri dan jangan campuri urusanku!”, begitu kita sering berkata. Dengan menutup diri kita seperti demikian, kita pun menutup diri dari kasih Tuhan. Padahal Tuhan  inginkan kita menjadi saluran berkat-Nya. Di luar sana entah orang-orang terdekat kita maupun orang yang tidak kita kenal membutuhkan pertolongan dari Tuhan . Dan kita yang pertama kali menerima pertolongan Tuhan , wajib memberikannya kepada orang-orang itu. Maukah saudara-saudari ”pay it forward” ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Trevor dengan cara demikian ternyata dengan cepat menyebar dari kotanya Las Vegas sampai ke Los Angeles yang jaraknya ratusan kilometer. Sampai seorang wartawan penasaran tentang istilah pay it forward ini menelurusinya hingga ratusan kilo dan akhirnya sampai kepada Trevor. Tadinya ia juga tak percaya seorang anak remaja sekolah menengah yang masih suka bermain-main adalah yang pencetus ide ini. Tapi wartawan ini meyakinkan ibu dan guru Trevor bahwa apa yang dilakukan Trevor telah menyebar seperti virus kebaikan dengan cepat, mampu mengatasi jarak dan waktu. Di akhir cerita sehabis Trevor diwawancara, dia menolong temannya yang dipukuli preman sekolah tapi sayang anak-anak nakal itu menusuknya hingga Trevor meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus juga setelah datang memberikan kabar baik pengampunan ke dalam dunia akhirnya disalibkan. Tapi bedanya Tuhan bangkit dari kematian dan menunggu kita. Menunggu kita untuk ’pay it forward’ kepada orang lain terus berantai hingga akhirnya kabar kesukaan itu kembali kepada Tuhan kita. Dengan begitu makna kematian Tuhan itu tidaklah sia-sia dan dianggap hanya cerita Alkitab saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-6688653574918703857?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/6688653574918703857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=6688653574918703857' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/6688653574918703857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/6688653574918703857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/pay-it-forward.html' title='Pay it forward'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5572171231348991238.post-2880064290362056876</id><published>2008-01-13T23:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-14T00:10:12.810-08:00</updated><title type='text'>Pembuka: Menorehkan tinta lewat blog</title><content type='html'>Haleluya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berkurang rasa bersyukurku orang berdosa ini kepada Tuhan. Kasih-Nya begitu besar dalam hidupku. Namun tetap saja begitu banyak dosa dilakukan.&lt;br /&gt;Entah bagaimana aku harus berusaha memperbaiki diri. Sebesar apa pun juga usaha yang dilakukan tetap tak bisa menghapuskannya.&lt;br /&gt;Blog ini dibuat untuk menampung tulisan-tulisan karyaku, dengan harapan bisa memuji nama Tuhan lebih banyak dari tulisan ini. Semoga bisa menggerakkan pembaca dan menyadari betapa besar kasih-Nya dalam hidup kita.&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan ini tidaklah sempurna, baik dalam isi maupun penulisan. Pembaca dapat menuliskan komentarnya di setiap tulisan agar penulis dapat memperbaiki diri.&lt;br /&gt;Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.&lt;br /&gt;Amin&lt;br /&gt;Sugi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5572171231348991238-2880064290362056876?l=setetes-tinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/feeds/2880064290362056876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5572171231348991238&amp;postID=2880064290362056876' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2880064290362056876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5572171231348991238/posts/default/2880064290362056876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setetes-tinta.blogspot.com/2008/01/pembuka-menorehkan-tinta-lewat-blog.html' title='Pembuka: Menorehkan tinta lewat blog'/><author><name>sugianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11864129203187025261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_P7Yj_qKLVn4/SVB3FxncruI/AAAAAAAAAEU/omqkRzLCKuI/S220/sugi_man+avatar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
